Sabtu, 30 Mei 2015
Tribunnews.com

Warga Kecam Upaya Damai Kasus Perkosaan Siswi di Musala Pemda

Minggu, 28 April 2013 08:51 WIB

Warga Kecam Upaya Damai Kasus Perkosaan Siswi di Musala Pemda
net
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Seorang pelajar di Kabupaten Waykanan berinisial YO diduga diperkosa oleh empat oknum PNS dan honorer di musala kantor Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset (P2KA) Kabupaten Waykanan, Selasa (9/4/2013) sekitar pukul 21.00 WIB.

Namun dalam kasus tindakan asusila yang melibatkan tiga orang PNS dan satu honorer di Pemkab Waykanan itu ada upaya pelaku untuk menyelesaikannya secara damai. Hal itu menuai kecaman dari berbagai pihak.

Organisasi kepemudaan seperti GP Ansor dan Banser menyerukan untuk menolak perdamaian atas kasus perkosaan itu.

"Ada upaya dari pihak pelaku untuk mengajak damai pihak korban perkosaan pelajar oleh empat oknum pemuda di sini," ujar Kordinator Forum Kota (Forkot) Waykanan Fadilatul Rahman Fikri menjelaskan perkembangan kasus YO (16), pelajar korban pemerkosaan.  

"Saya pikir pemerintah perlu melakukan evaluasi atas adanya hal memalukan itu. Kalau perlu, copot Sekdakab Waykanan karena telah gagal membina aparatur PNS," tegas Fadilatul pula.

Koordinator Perhimpunan Advokat Indonesia Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung, Feri Soneri mengingatkan bahwa perdamaian atas kasus perkosaan akan sangat merugikan korban dan masa depan hukum.

"Kalau damai dimaksud berkaitan dengan hubungan personal kekeluargaan saya pikir bagus. Namun perdamaian dengan mengintervensi hukum jelas tidak pantas dan tentu merugikan bagi pihak korban," ujar Feri di Blambanganumpu Waykanan, Minggu (28/4/2013).  

Halaman12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas