• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Gas Elpiji Tiga Kilogram Langka di Sumenep

Senin, 29 April 2013 00:54 WIB
Gas Elpiji Tiga Kilogram Langka di Sumenep
(Tribun Pontianak/Ali Anshori)
Ratusan tabung gas elpiji 3 kg di Perusahan Dagang ( PD) Yakin di jalan tengkewang kosong tanpa isi ulang. Pengecer mengaku kesulitan mendapatkan isi ulang gas elpiji tersebut

TRIBUNNEWS.COM, SUMENEP - Sejak beberapa pekan terakhir, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mengalami kelangkaan, sehigga aktivitas warga terbengkalai, permasalahan belum selesai, saat ini giliran gas elpiji 3 kilogram ikut-ikutan langka.

Warga pun kebingungan hingga akhirnya banyak yang beralih kembali ke pakai kayu bakar.
     
Kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram yang terjadi di Kabupaten Sumenep diduga karena beberapa konsumen elpiji ukuran 3 kilogram harus berebutan untuk mendapatkan jatah.

Kelangkaan tersebut disebabkan adanya pengurangan distribusi elpiji dari pihak Pertamina. Sehingga untuk mendapatkan elpiji 3 kilogram masyarakat harus antri hingga berjam-jam bahkan masyarakat harus pesan sehari sebelumnya.
   
"Akibat pengurangan jatah dari Pertamina itu, kami setiap hari kekurangan, karena sekali distribusi datang dari Pertamina langsung habis dibeli warga," papar Yano salah seorang pemilik pangkalan gas elpiji 3 kilogram di Desa Pandian, Kecamatan Kota, Sumenep, Minggu (28/4/2013).
  
Dikatakan, pihaknya biasanya menerima distribusi gas elpiji sebanyak 200 tabung gas elpiji setiap tiga hari. Namun sejak ada kebijakan pengurangan ini kami hanya dijatah 100 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram,’’ sambung Yanto.
    
Hal senada juga diungkapkan Supriadi (37) pedagang eceran elpiji 3 kilogram di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, mengatakan, sejak langkanya gas elpiji ukuran 3 kilogram itu, ia harus menunggu giliran untuk mendapatkan jatah elpiji karena antrean sangat panjang hingga 500 meter.

Selain mengantre, kulakannya pun dikurangi dan dibatasi oleh pihak Pertamina.
    
“Sebelum adanya kelangkaan tabung elpiji 3 kilogram ini, saya biasanya mendapatkan tabung elpiji untuk diantar ke konsumen sebanyak 30 tabung, tapi sekarang hanya dijatah 20 tabung saja,” tandasnya.
    
Terpisah, Kabag Perekonomian Pemkab Sumenep, Moh Hanafi mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah pernah melayangkan permohonan kepada pihak Pertamina untuk penambahan pengiriman tabung elpiji 3 kilogram akan tetapi permohonan tersebut masih belum terpenuhi.
    
“Karena pengguna di masyarakat saat ini sudah mulai bertambah, sedangkan stoknya tetap seperti sediakala, sehingga keadaannya sekarang banyakmasyarakat yang tidak kebagian dan terjadi kesulitan untuk mendapatkan elpiji ini,” jelasnya.

Sementara itu di  wilayah kepulauan, seperti di pulau Arjasa, pulau Kangean dan kepulauan Masalembu, akibat kelangkaan di daratan Sumenep, maka harga gas elpiji ukuran 3 kilogram mencapai Rp 27.000 hingga Rp 30.000.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1722561 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas