• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribunnews.com

Ramai-ramai Maju Jadi Caleg Setelah Gagal di Pilkada

Senin, 29 April 2013 10:55 WIB
Ramai-ramai Maju Jadi Caleg Setelah Gagal di Pilkada

Laporan Wartawan Surya, Mujib Anwar

TRIBUNNEWS.COM – Gagal dalam pertarungan merebut kursi Bupati/Wali Kota ternyata tak membuat sejumlah politisi di Jawa Timur kapok. Ini terbukti dengan ramai-ramai masuknya sejumlah nama mantan calon bupati/wali kota maju sebagai bakal calon legislatif (Caleg) DPR RI, DPRD Jatim, dan DPRD Kabupaten/Kota dalam Pemilu 2014 nanti.

Dari informasi yang dihimpun Surya (Tribunnews.com Network), mantan calon bupati/wali kota yang maju sebagai calon legislator, antara lain Fandi Utomo dan Eddy Paripurna.

Fandi Utomo, mantan Cawali Surabaya 2010-2015 yang diusung PDS, PKS, PKNU, dan PPP ini maju sebagai bakal Caleg Partai Demokrat untuk DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) I (Surabaya – Sidoarjo). Fandi mendapat nomor urut enam setelah Lucky Kurniasari, Suhartono Wijaya, Imam Sunardhi, Mush Ludfy, dan Daisy M Silanno.

Sedangkan Eddy Paripurna, mantan Cabup Kabupaten Pasuruan 2013-2018 dan juga Wakil Bupati Pasuruan (2008-2013) yang diusung PDIP dan partai non parlemen maju sebagai bakal Caleg PDI Perjuangan untuk DPRD Jatim nomor urut satu dari Dapil II (Pasuruan – Probolinggo).

Selain itu ada nama Udik Djanuantoro, mantan Cabup Kabupaten Pasuruan 2013-2018 ini maju sebagai bakal Caleg untuk DPRD Kabupaten Pasuruan dari Partai Golkar. Di luar itu ada nama Sumardi, mantan Cawabup Nganjuk, dan Wahid Nurahman mantan Cawabup Probolinggo yang maju sebagai bakal Caleg DPRD Kabupaten setempat dari Partai Golkar.

Tak hanya yang mantan, Kepala Daerah yang masih aktif juga namanya ikut-ikutan menjadi caleg. Seperti Wakil Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono yang maju sebagai bakal Caleg DPRD Jatim nomor urut dua dari PDIP untuk Dapil I.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Soekarwo mengatakan, dirinya tidak mempersoalkan masuknya nama mantan calon bupati/wali kota sebagai bakal caleg. “Menjadi caleg itu kan hak seseorang,” tegasnya, Minggu (28/4/2013).

Bahkan dengan pengalaman yang dimiliki, jika dalam Pemilu 2014 nanti, mantan kepala daerah atau mantan calon bupati/wali kota berhasil menjadi legislator, maka pengalaman yang dimiliki akan sangat berguna untuk merumuskan aturan perundang-undangan sekaligus mengawal jalannya program pembangunan dari eksekutif. “Karena dia punya kompetensi dan pengalaman. Kalau tidak punya pengaaman kan ya sulit,” terang Pakde Karwo.

Ketua DPD Partai Demokrat Jatim ini menambahkan, yang tidak maju dan mencalonkan sebagai bakal Caleg adalah para politisi hitam atau yang punya track record hitam. “Misalnya, politisi yang dulu seorang kriminal, penipu itu yang tidka boleh. Karena itu menyangkut moral hazard,” kata Pakde Karwo.

Ketua DPD Partai Golkar Jatim Martono menambahkan, menjadi bakal Caleg merupakan pilihan dari masing-masing politisi. Sehingga mesti dia adalah mantan calon kepala daerah, tidak ada larangan jika mau maju ikut berkontestasi dalam gawe Pileg 2014 nanti. Termasuk tiga orang kader Golkar mantan calon Kepala Daerah yang maju sebagai Caleg DPRD Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Nganjuk.

“Yang penting, setelah namanya dipasang, dia tidak boleh mundur. Karena pilihan menjadi caleg di DPRD Kabupaten sudah jadi pilihan mereka. Yang harus dilakukan, adalah bagaimana bisa merebut kursi parlemen di daerah yang jadi basisnya tersebut,” tegas Martono.

Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1723552 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas