• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Oditur Bacakan Tanggapan Selama Setengah Jam

Senin, 29 April 2013 12:34 WIB

Laporan Wartawan Surya,Sudharma adi

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Sidang lanjutan kasus dugaan ruislag Letjen Purn Djaja Suparman dengan PT Citra Marga Nusapala Persada (CMNP) dengan kerugian negara sebesar Rp 13,644 miliar dimanfaatkan oditur militer tinggi untuk memberi tanggapan.

Ada delapan lembar berkas tanggapan yag dibacakan oditur militer tinggi selama lebih dari setengah jam itu.

Dalam sidang yang dihelat di Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya, oditur militer tinggi Letjen Sumartono memaparkan bantahan terkait eksepsi yang diajukan terdakwa dan penasehat hukum pada minggu lalu.

Pertama, pada eksepsi terdakwa, dikatakan bahwa KSAD tak berhak sebagai perwira penyerah perkara (papera) dalam penyelidikan kasus ini, dan yang berwenang adalah Panglima TNI.

Namun ini dibantah oditur, dimana saat jabatan terdakwa sebagai Inspektur Jenderal berakhir, Djaja belum pensiun sehingga dikembalikan ke kesatuannya, dalam hal ini TNI AD.

"Memang ketika pensiun, terdakwa sudah dikembalikan ke kesatuannya, sehingga dalam kasus ini, KSAD tetap berwenang sebagai papera," jelasnya di hadapan majelis hakim yang diketuai Letjen TNI Hidayat Manao, Senin (29/4/2013).

Kemudian, hal kedua adalah tanggapan terhadap eksepsi penasehat hukum, dimana kasus yang disidangkan itu adalah kasus perdata.

Pasalnya, sesuai eksepsi penasehat hukum, uang dari PT CMNP bukan uang dari BUMN melainkan swasta.

Tapi, dalam tanggapan oditur militer tinggi, kasus ini merugikan negara, karena dalam proyek pembangunan tol Waru-Perak tetap memakai uang APBN.

"Jadi ini tetap kasus dugaan korupsi," jelasnya.

Pembacaan tanggapan ini dimulai tepat pukul 10.00 WIB dan berlangsung selama lebih dari setengah jam.

Kasus itu terjadi pada 1998 lalu, saat dia menjabat Pangdam V Brawijaya. Adanya ruislag itu dilakukan Kodam berupa tanah yg sekarang dipake jalan tol Perak-Waru.

Itu diduga tanpa izin KSAD dan pembeli tanah sekaligus yang membangun jalan tol, yakni PT CMNP.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
1 KOMENTAR
1723861 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas