• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Eksepsi Djaja Ditolak, Sidang Kasus Ruislag Berlanjut

Selasa, 30 April 2013 17:05 WIB
Eksepsi Djaja Ditolak, Sidang Kasus Ruislag Berlanjut
surya/sudharma adi
Mantan Pangdam Jaya dan Brawijaya, Letjen TNI Purn Djaja Suparman harus menjalani sidang militer di Pengadilan Militer Tinggi III Sidoarjo, Senin (22/4/2013).

Laporan Wartawan Surya, Sudharma adi

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Terdakwa kasus ruislag tanah kepada PT Citra Marga Nusapala Persada (CMNP), Letjen TNI Purn Djaja Suparman, harus gigit jari.

Eksepsi mantan Pangdam Brawijaya Letjen TNI  Purn Djaja Suparman didampingi penasehat hukumnya tersebut ditolak majelis hakim dan sidang pun harus dilanjut.

Dalam sidang putusan sela yang dihelat di Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya, majelis hakim membacakan berkas putusan sela. Ketua majelis hakim, Letjen TNI Hidayat Manao dan anggota hakim Laksdya TNI Sinoeng Harjantian bergantian membaca berkas putusan sela itu.

Pada berkas yang dibacakan satu jam itu, majelis hakim menolak semua eksepsi yang diajukan terdakwa dan penasehat hukumnya.

Ada beberapa poin yang diajukan sebagai dasar putusan sela, seperti

eksepsi terdakwa yang melihat proses hukum melanggar aturan karena perwira penyerah perkara (papera) dalam penyelidikan itu KSAD, bukan Panglima TNI. Namun ini dibantah majelis hakim, dimana setelah tak lagi menjabat Inspektur Jenderal, maka dia dikembalikan ke kesatuannya atau Mabes AD selama masa pensiun.

"Maka dengan begitu, karena sudah masuk Mabes AD, papera yang melakukan adalah KSAD," jelas Hidayat Manao dalam persidangan, Selasa (30/4/2013).

Selain itu, terdakwa juga menilai bahwa KSAD juga lalai dalam proses hukum itu dan melanggar aturan. Dalam aturan, maka dalam waktu 14 hari setelah adanya atensi penyelidikan, maka papera harus mengeluarkan keputusan penyerah acara (kepera) ke Pengadilan Militer Tinggi (Dilmilti).

Namun, proses ini diambangkan selama 26 bulan. Ini dibantah majelis hakim, dimana aturan itu tak bisa dilakukan secara kaku, karena jangka waktu itu sudah dilakukan upaya penyerahan acara ke Dilmilti III Surabaya.

"Sedangkan untuk eksepsi penasehat hukum dimana kasus ini masuk perdata, tentu ini akan diuji dalam persidangan. Yang pasti, keberatan terdakwa tak berdasar karena kami sudah sesuai UU No 31/1997 tentang Peradilan Militer," paparnya.

Dengan begitu, maka majelis menolak eksepsi dan menerima dakwaan oditur militer tinggi.

Dari kesimpulan itu, sidang kasus ruislag ini terus berlanjut dan akan masuk proses fakta persidangan pada Senin (13/5/2013) mendatang.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
0 KOMENTAR
1729331 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas