Selasa, 4 Agustus 2015
Tribunnews.com

Harga BBM Naik, Warga Kalbar Diminta Tidak Panik

Selasa, 30 April 2013 04:11 WIB

Harga BBM Naik, Warga Kalbar Diminta Tidak Panik
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Gerakan Mahasiswa Pembebasan melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/4/2013). Tuntutan mereka diantaranya menolak kebijakan pemerintah terkait pencabutan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menolak kenaikan harga BBM. (WARTA KOTA/Angga Bhagya Nugraha)

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Barat(Kalbar), Christiandy Sanjaya, mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak melakukan pelanggaran dengan cara penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) apabila pemerintah jadi menaikan harga BBM pada Mei 2013 mendatang.

Ia mengatakan, jika mengikuti pemberitaan setelah menerima berbagai masukan dari masyarakat dan DPR, Presiden SBY kemungkinan tidak memberlakukan dua harga atau pemberlakuan dua harga batal. Artinya kita juga harap jangan ada dua harga karena akan merepotkan kita di tingkat pelaksana.

Kalaupun ada kenaikan harga seperti kita tangkap dari media jika naik satu harga kenaikannya tidak akan sampai Rp 6.500 per liter.

"Apabila itu yang dipilih berarti kajian terbaik karena beban subsidi yang sudah terlalu berat. Dengan begitu penghematan subsidi ini bisa dimanfaatkan untuk program yang bisa langsung menyentuh masyarakat," papar Christiandy kepada Tribun, Senin (29/04/2013) malam.

Menurut Wagub Christiandy, adanya perubahan rencana dari semula tetapkan dua harga menjadi satu harga, justru lebih tenang karena yang ditakutkan nanti pemberlakuan dua harga dapat memimbulkan kericuhan di level pelaksana, seperti di SPBU.

Kalaupun terjadi kenaikan pasti sudah melalui kajian dan perhitungan yang cermat karena penghematan besar dana APBN dapat digunakaan untuk konpensasi yang lebih menyentuh masyarakat, baik infrastuktur maupuin program lainnya.

Halaman12
Editor: Willy Widianto
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas