• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Pekan Depan Tersangka Kasus Sumur Ditetapkan

Selasa, 30 April 2013 16:11 WIB
Pekan Depan Tersangka Kasus Sumur Ditetapkan
IST

Pekan Depan Tersangka Kasus Sumur Ditetapkan
 
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
 
TRIBUNNEWS.COM  NUNUKAN,- Penyidik Kejaksaan Negeri Nunukan segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembuatan sumur gali perumahan transmigrasi di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Nunukan.
“Mudah-mudahan minggu depan sudah bisa ditetapkan tersangkanya,” ujar Sutriono, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Nunukan.

Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan Azwar mengatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi untuk penilaian tersangka dalam kasus tersebut.

“Masih dilakukan evaluasi untuk menilai, apakah memang ada tersangkanya? Orang yang bisa diminta pertanggungjawaban pidananya. Belum kita tetapkan tersangkanya,” ujarnya.

Memang, dari hasil penyidikan ada perbuatan pidana korupsi yang ditemukan. Ada pengeluaran uang yang tidak memenuhi persyaratan.

“Kemarin katanya pembayaran berdasarkan kemajuan pekerjaan. Kenyataannya di lapangan pekerjaannya tidak berjalan,” ujarnya.

Pihaknya ingin meneliti lebih detil pihak-pihak yang bisa diminta pertanggungjawaban dalam kasus itu.

“Kontraktornya terutama kita pelajari.  Jadi kontraktornya bisa, birokratnya bisa. Kalau bisa itu, berarti belum tentu. Sekarang ini, yah satu-satu pejabat yang terkait dengan proyek itu kita detilkan,” ujarnya menjelaskan  perkembangan penyidikan proyek tahun 2011 yang  didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2011.

Azwar mengatakan, sebelum mengumumkan tersangka dalam kasus itu, mesti dilakukan evaluasi secara menyeluruh. "Konfrehensif," tegasnya.

Sebab dalam pelaksanaan kegiatan untuk kasus sumur galian dimaksud, banyak pejabat yang terkait mulai dari bendahara sampai kuasa pengguna anggaran (KPA). Kasus itu juga kemungkinan melibatkan pejabat-pejabat lain seperti pengawas di lapangan.

"Ada tim yang juga ditugaskan untuk menilai hasil pekerjaan. Ini semua kita teliti satu-satu letak penyimpangannya. Ini terjadi dan siapa yang memenuhi syarat untuk bertanggungjawab?" ujarnya.

Azwar mengatakan, dari penyidikan kasus dimaksud sudah terang ditemui perbuatan pidananya. Dalam kasus itu telah terjadi kelebihan pembayaran.

"Kerugian negara sedang dipelajari, sedang kami nilai dan belum bisa dipastikan berapa nilai kerugian keuangan negara tersebut?  Insya Allah dalam waktu dekat kita bisa menentukan melalui alat bukti yang cukup, siapa yang bisa dimintai pertanggungjawaban untuk dijadikan tersangka?" ujarnya.

Meskipun pendanaannya berasal dari APBN, namun proses lelang dan pelaksanaan kegiatan itu berlangsung di Dinsosnakertrans Nunukan.

Penyelidikan kasus itu dilakukan karena ada indikasi, pekerjaan pembuatan sumur tidak dilaksanakan seluruhnya. Padahal yang dibayarkan sudah sesuai dengan nilai kontrak. "Artinya yang tidak dikerjakan juga ikut dibayar," katanya.

--

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Kaltim
0 KOMENTAR
1728941 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas