Tragedi KM Lambelu, Kepala Rohan Tertebas Demi Lindungi Putrinya

Dari 17 korban, dua mengalami luka ringan, sedangkan 15 orang lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Tragedi KM Lambelu, Kepala Rohan Tertebas Demi Lindungi Putrinya
Surya/Haorrahman
Tersangka dikerokin polisi

Laporan Wartawan Surya, Haorrahman

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Tragedi memilukan terjadi di Kapal Motor Lambelu milik PT Pelni, jurusan Maluku-Makassar-Surabaya.

Sebanyak 17 penumpang ditebas secara membabi buta, oleh satu penumpang lainnya. Bahkan satu korban masih berusia empat tahun, dan harus dioperasi.

Dari 17 korban, dua mengalami luka ringan, sedangkan 15 orang lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Ruang IRD RS PHC Surabaya, Selasa (30/4) pagi, sangat ramai.
Tim medis terlihat begitu sibuk untuk menangani 15 pasien KM Lambelu, yang pada Senin (29/4) dibacok oleh penumpang, Fasikun (59), warga dusun Kedung Ganduk, Desa Banjarsari Kecamatan Bobotsari, Purbalingga Jawa Tengah.

Entah mengapa, Senin (29/4), sekitar pukul 17.30, Fasikun mendadak hilang kendali, dan menyabetkan senjata tajam, jenis parang pada orang-orang yang ditemuinya.

Fasikun seakan kesurupan dan mengibas-ngibaskan parangnya.

Seorang korban, Rohan (41), warga asal Balang Jawa Tengah, hanya bisa berdoa saat putrinya, Annisa (4), menjalani operasi karena mengalami luka serius di bagian kepala akibat dibacok oleh Fasikun.

Rohan menceritakan, saat itu dia dan putrinya sedang duduk di dek lima.

Tiba-tiba Fasikun datang langsung menghunuskan parang. Rohan
panik, dan langsung mengendong Annisa menuju ke dek 4.

Halaman
1234
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help