• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Tragedi KM Lambelu, Kepala Rohan Tertebas Demi Lindungi Putrinya

Selasa, 30 April 2013 16:44 WIB
Tragedi KM Lambelu, Kepala Rohan Tertebas Demi Lindungi Putrinya
Surya/Haorrahman
Tersangka dikerokin polisi

Laporan Wartawan Surya, Haorrahman

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Tragedi memilukan terjadi di Kapal Motor Lambelu milik PT Pelni, jurusan Maluku-Makassar-Surabaya.

Sebanyak 17 penumpang ditebas secara membabi buta, oleh satu penumpang lainnya. Bahkan satu korban masih berusia empat tahun, dan harus dioperasi.

Dari 17 korban, dua mengalami luka ringan, sedangkan 15 orang lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Ruang IRD RS PHC Surabaya, Selasa (30/4) pagi, sangat ramai.
Tim medis terlihat begitu sibuk untuk menangani 15 pasien KM Lambelu, yang pada Senin (29/4) dibacok oleh penumpang, Fasikun (59), warga dusun Kedung Ganduk, Desa Banjarsari Kecamatan Bobotsari, Purbalingga Jawa Tengah.

Entah mengapa, Senin (29/4), sekitar pukul 17.30, Fasikun mendadak hilang kendali, dan menyabetkan senjata tajam, jenis parang pada orang-orang yang ditemuinya.

Fasikun seakan kesurupan dan mengibas-ngibaskan parangnya.

Seorang korban, Rohan (41), warga asal Balang Jawa Tengah, hanya bisa berdoa saat putrinya, Annisa (4), menjalani operasi karena mengalami luka serius di bagian kepala akibat dibacok oleh Fasikun.

Rohan menceritakan, saat itu dia dan putrinya sedang duduk di dek lima.

Tiba-tiba Fasikun datang langsung menghunuskan parang. Rohan
panik, dan langsung mengendong Annisa menuju ke dek 4.

"Saat itu saya sedang duduk sambil mencarge handphone, bersama putri saya. Lalu, tiba-tiba dia (Fasikun) datang langsung membawa parang. Saya lari, sambil mengendong anak saya," kata Rohan.

Saat berlari, ternyata Rohan terjatuh. Dalam posisi masih tersungkur itu, pria yang bekerja di pabrik oksigen di Manado itu, langsung memeluk Annisa. Namun Fasikun tidak peduli. Secara membabi buta, Fasikun terus menyabetkan parangnya pada Rohan.

"Dia membacok secara membabi buta, mungkin sekitar lima sampai enam kali," kata Rohan.

Rohan terkena sayatan parang di bagian kepala, lengan kanan dan kiri, kaki, dan lainnya. Akhirnya pertahanan Rohan melemah juga.

Annisa yang sedari tadi dipeluknya, juga terkena sabetan parang di bagian kepala.

"Saya tidak tahu dia itu gila atau kesurupan, sampai anak kecil juga dibacok," kata Rohan.

Rohan mengaku tidak memberitahukan kondisi putrinya itu pada istrinya di Jawa Tengah.

"Saya hanya kasih tahu jika ada musibah saya kena bacok, tapi saya bilang jika Annisa tidak apa-apa, saya tidak mau
istri saya khawatir," kata Rohan.

Fasikun tiba-tiba langsung membacok penumpang secara membabi buta.

Menurut Agus, seorang saksi, Fasikun membacok orang yang ditemuinya dengan menggunakan parang yang dibawanya di dek 5 dan 4.

Bahkan menurut Agus, Fasikun membawa parang sambil mengumandangkan takbir.

Agus menceritakan, saat itu di dek 5, tersangka sempat terdiam saat menjelang matahari terbenam.

"Dia diam sambil memandangi matahari, lalu tiba-tiba dia mengambil parang yang ada di dalam tasnya, dan
sempat meneriakkan takbir," kata Agus.

Fasikun langsung meyabetkan parang ke penumpang lainnya. Suasana langsung berubah, banyak wanita yang berteriak panik. Mereka berlarian menyelamatkan diri.

"Penumpang yang jatuh itu banyak yang dibacok,"
kata Agus.

Korban lainnya, Herman, wara Wakatobi Surabaya mengatakan, sempat berbincang-bincang dengan tersangka. Bahkan Herman mengatakan, sebelum kejadian tersebut, dia sempat memberi nasi bungkus, karena tersangka tidak mendapat jatah makan.

"Mungkin dia (Fasikun) tidak punya tiket, sehingga tidak dapat jatah makan. Lalu saya memberi nasi bungkus padanya," kata Herman.

Menurut Manajer Pemasaran dan Humas RS PHC, Harry Setiawan, korban yang dirawat di RS PHC sebanyak 15 orang, sedangkan dua korban lainnya hanya luka ringan.

"Ada yang operasi, rawat inap, rawat jalan dan menjalani CT Scan untuk menentukan dioperasi atau tidak. Dokter yang kami libatkan ada orthopedi, bedah syaraf, bedah umum dan anastesi," kata Harry.

Menurut Harry, terdapat empat korban yang masih menjalani CT Scan untuk menentukan operasi atau cukup rawat inap saja yakni, Sarah (45), Mansur Abdulah (50), Kasiyati (55) dan Herman (21).

Rawat jalan dan diperbolehkan pulang ada 2 orang yakni, Haerudin (47) dan Ny Jalmah (21). Selain itu terdapat delapan korban yang menjalani operasi yakni Wididi Sumantiawan (21), Ny Tiani Candra (35), Junnuh (21), Murabbah (30), Rohan (34), Darwin (26), Koko (41) dan Nuranisa (4).

"Satu orang harus rawat inap, karena telinganya nyaris putus, yakni Wahyudi," kata Harry.

Polisi sempat membawa Fasikun ke poliklinik untuk mendapat pengobatan, karena kondisinya yang lebam-lebam. Hingga kini polisi belum mengetahui motif tersangka.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anom Wibowo, sangat menyayangkan adanya kejadian pembacokan terhadap 17 penumpang yang terjadi di KM Lambelu.

"Kejadian ini adalah tragedi dalam dunia transportasi laut," kata Anom, Selasa (30/4/2013).

Apalagi menurut Anom, kejadian ini terjadi di kapal milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Sangat disayangkan, seharusnya penumpang mendapat kenyamanan, justru mereka mengalami hal seperti ini," kata Anom.

Mantan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya itu mengatakan, pihaknya masih belum bisa memastikan motif dari tersangka, Fasikun alias Syaikul (59).

"Tersangka masih belum dimintai keterangan secara detil," kata Anom.

Anom mengatakan, akan melakukan penyidikan atas kasus ini, apalagi tersangka naik ke kapal dengan membawa parang.

Para Koran Tragedi KM Lambelu :

   1. Mansur Abdullah (50) - L - dari Makasar- ke Tanjung Priok
   2. Sarah (45) -W- dari Ternate ke Tanjung Priok
   3. Koko (41) -L- dari Namlea ke Surabaya
   4. Kasyati (41) -W- dari Ternate ke Surabaya
   5. Siti (40) -W- dari Ternate ke Surabaya
   6. Raba/Hava (40) -W- dari Makasar-Tanjung Priok
   7. Herman (38) -L- dari Bau-bau ke Priok
   8. Tiani Candra (35) -W- dari Namlea ke Surabaya
   9. Herudin (33) -L- dari Makasar ke Kijang
  10. Rohan (33) -L- dari Bitung ke Surabaya
  11. Darwin (25) -L- dari Bau-bau ke Priok
  12. Wahyudi (24) -L- dari Bitung ke Surabaya
  13. Juhu (22) -W- dari Bau-bau ke Priok
  14. Julmah (21) -W- dari Bau-bau ke Priok
  15. Wididi Sumantiawan (21) -W- dari Makasar ke Surabaya
  16. Subiantoro (20) -L- dari Bau-bau ke Surabaya
  17. Chd Nuranisa (4) -W- dari Bitung ke Surabaya

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas