• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Gubernur Sumsel Janjikan Musirawas Utara Jadi Kabupaten

Rabu, 1 Mei 2013 01:01 WIB
Gubernur Sumsel Janjikan Musirawas Utara Jadi Kabupaten
Tribun Sumsel/Yohanes Tri Nugroho
Warga Kecamatan Muara Rupit melakukan aksi pemblokiran Jalan di Km 72, Selasa (30/4/2013). Ini merupakan buntut dari peristiwa penembakan warga yang menewaskan 4 orang. 

TRIBUNNEWS.COM, MUSIRAWAS - Harapan masyarakat Musirawas Utara (Muratara) lepas dan berdiri menjadi daerah otonom dari pemekaran Kabupaten Musirawas merenggut empat nyawa. Aksi massa memblokir jalan lintas Sumatera di Kecamatan Muara Rupit, sejak Senin (29/4/2013) pagi, menyulut bentrokan berdarah dengan aparat Kepolisian.

Korban terluka 10 warga sipil dan lima petugas Polres Musirawas mengalami luka berat. Suasana di lokasi mencekam, Selasa (30/4/2013) sejak pagi. Warga berkumpul dan mengancam menyerang polisi yang mendekat ke kampung mereka.

Massa bahkan menyerang Mapolsek Karang Dapo. Mereka membakar seluruh bangunan. Tidak ada korban jiwa karena Mapolsek dalam keadaan kosong. Seluruh petugas telah kabur membawa kendaraan dinas. Tahanan juga sudah dievakuasi.
Sebelumnya, pada Senin malam, massa juga membakar Mapolsek Muara Rupit. Jarak dari Muara Rupit ke Karang Dapo sekitar 13 Kilometer.

Jalan lintas Sumatera di Muara Rupit ditutup menggunakan pembatas jalan yang terbuat dari besi. Kedua ujung sisi pembatas jalan itu dikaitkan dan dilas membentuk portal rendah sebatas kaki.

Akibatnya lalu lintas kendaraan lumpuh. Beberapa instansi pemerintahan seperti Kecamatan, Kelurahan, Desa bahkan pendidikan lumpuh dan tidak beraktivitas.

Massa memasang papan peringatan "Polisi Masuk, Mati". Sehingga hanya anggota TNI yang bisa masuk ke perkampungan. Bersama warga, anggota TNI membersihkan jalan raya dari bangkai mobil yang habis dibakar dan dilintangkan di jalan.

Sementara polisi berjaga di titik rawan terutama gedung perkantoran Pemkab Musirawas.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin bersama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo kemarin mengunjungi lokasi. Aksi pemblokiran akses jalinsum di KM 72, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musirawas yang telah berlangsung hampir dua hari berakhir.

Kedatangan Alex meredakan amarah warga yang memuncak akibat bentrokan yang mengakibatkan tewasnya empat orang serta sepuluh orang mengalami luka tembak.

"Saya datang ke sini untuk bertemu dengan anda semua. Kamu semua adalah saudara saya, jangan aksi pemblokiran jalan seperti ini karena merugikan banyak orang," kata Alex.

Gubernur mengatakan, proses pemekaran sudah hampir final. Persoalan tapal batas dengan Kabupaten Musi Banyuasin dan Bengkulu sudah selesai. Tinggal yang terakhir dengan Jambi.

"Tanggal 3 besok utusan Jambi datang untuk menyelesaikan persoalan ini," kata Alex.

Menurutnya Menteri Dalam Negeri telah memberikan sinyal positf, peta batas telah selesai. Begitu pula Komisi II DPR RI yang akan mulai sidang pada 13 Mei sampai 13 Juni mendatang.

"Kita upayakan bulan Mei Muratara mekar, tapi dengan catatan jangan bertindak anarkis karena kehendak tidak dapat dipaksakan. Pemblokiran jalan bukan solusi. Percayakanlah pada gubernur, Mei Muratara jadi kabupaten," kata Alex.

Gubernur dan Pangdam kemarin juga mengakomodir enam tuntutan warga, di antaranya agar aparat memproses hukum polisi yang telah melakukan aksi penembakan, Pemrov Sumsel dan Pemkab Mura harus menjamin ketetapan Muratara, Pemprov dan Pemkab harus menjamin biaya pemakaman korban dan pengobatan.

"Saya akan membiayai sekolah anak-anak korban yang tewas sampai sarjana," kata Alex Noerdin menjawab tuntutan warga tersebut.

Tuntutan terakhir yakni massa meminta agar pemerintah membangun momumen sejarah pahlawan Muratara yang telah menjadi korban atas peristiwa bentrok. Selanjutnya massa pun bersama dengan TNI bergotong royong menurunkan portal yang sebelumnya telah dilas.

Kapolda bersama Kapolres Mura AKBP M Barly Ramadhani dan Dandim 0406 Mura-Lubuklinggau, Letkol CZI Widyo melakukan rapat di Pendopoan rumah dinas Bupati Musirawas. Sejumlah pejabat Pemkab menggelar pertemuan dengan jajarannya di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa guna memantau serta meminta informasi di lokasi kejadian.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Sumsel
2 KOMENTAR
1731002 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas