Rusuh di Musirawas

Gubernur Sumsel Janjikan Musirawas Utara Jadi Kabupaten

Korban terluka 10 warga sipil dan lima petugas Polres Musirawas mengalami luka berat

Gubernur Sumsel Janjikan Musirawas Utara Jadi Kabupaten
Tribun Sumsel/Yohanes Tri Nugroho
Warga Kecamatan Muara Rupit melakukan aksi pemblokiran Jalan di Km 72, Selasa (30/4/2013). Ini merupakan buntut dari peristiwa penembakan warga yang menewaskan 4 orang. 

TRIBUNNEWS.COM, MUSIRAWAS - Harapan masyarakat Musirawas Utara (Muratara) lepas dan berdiri menjadi daerah otonom dari pemekaran Kabupaten Musirawas merenggut empat nyawa. Aksi massa memblokir jalan lintas Sumatera di Kecamatan Muara Rupit, sejak Senin (29/4/2013) pagi, menyulut bentrokan berdarah dengan aparat Kepolisian.

Korban terluka 10 warga sipil dan lima petugas Polres Musirawas mengalami luka berat. Suasana di lokasi mencekam, Selasa (30/4/2013) sejak pagi. Warga berkumpul dan mengancam menyerang polisi yang mendekat ke kampung mereka.

Massa bahkan menyerang Mapolsek Karang Dapo. Mereka membakar seluruh bangunan. Tidak ada korban jiwa karena Mapolsek dalam keadaan kosong. Seluruh petugas telah kabur membawa kendaraan dinas. Tahanan juga sudah dievakuasi.
Sebelumnya, pada Senin malam, massa juga membakar Mapolsek Muara Rupit. Jarak dari Muara Rupit ke Karang Dapo sekitar 13 Kilometer.

Jalan lintas Sumatera di Muara Rupit ditutup menggunakan pembatas jalan yang terbuat dari besi. Kedua ujung sisi pembatas jalan itu dikaitkan dan dilas membentuk portal rendah sebatas kaki.

Akibatnya lalu lintas kendaraan lumpuh. Beberapa instansi pemerintahan seperti Kecamatan, Kelurahan, Desa bahkan pendidikan lumpuh dan tidak beraktivitas.

Massa memasang papan peringatan "Polisi Masuk, Mati". Sehingga hanya anggota TNI yang bisa masuk ke perkampungan. Bersama warga, anggota TNI membersihkan jalan raya dari bangkai mobil yang habis dibakar dan dilintangkan di jalan.

Sementara polisi berjaga di titik rawan terutama gedung perkantoran Pemkab Musirawas.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin bersama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo kemarin mengunjungi lokasi. Aksi pemblokiran akses jalinsum di KM 72, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musirawas yang telah berlangsung hampir dua hari berakhir.

Kedatangan Alex meredakan amarah warga yang memuncak akibat bentrokan yang mengakibatkan tewasnya empat orang serta sepuluh orang mengalami luka tembak.

"Saya datang ke sini untuk bertemu dengan anda semua. Kamu semua adalah saudara saya, jangan aksi pemblokiran jalan seperti ini karena merugikan banyak orang," kata Alex.

Halaman
12
Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help