Kontroversi Bendera Aceh

Aceh-Jakarta Bentuk Tim 14 Bahas Qanun Bendera

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh sepakat membentuk tim kecil beranggotakan 14 orang, masing-masing 7 orang dari

Aceh-Jakarta Bentuk Tim 14 Bahas Qanun Bendera
SERAMBI INDONESIA/BUDI FATRIA
Demonstran mengibarkan bendera Aceh saat melakukan aksi di Simpang Kodim, Banda Aceh, Kamis (4/4/2013). Kunjungan Mendagri Gamawan Fauzi ke Banda Aceh dimanfaatkan warga untuk mendukung bendera Aceh bergambar Bulan Bintang. SERAMBI INDONESIA/Budi Fatria)

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Fikar W Eda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh sepakat membentuk tim kecil beranggotakan 14 orang, masing-masing 7 orang dari Pemerintah Aceh dan 7 orang dari Pusat. Tim tersebut membahas butir-butir klarifikasi Qanun Lambang dan Bendera yang belum disepakati.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengatakan hal itu seusai pertemuan dengan Gubernur Aceh dr Zaini Abdullah, Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud, dan Asisten I Dr Iskandar A Gani, di Hotel Arya Duta, Jakarta, Rabu (1/5/2013).

"Kita telah sepakati ada tim kecil yang bekerja membahas substansi. Kita harapkan segera selesai," kata Mendagri menjawab Serambi (Tribunnews.com Network) sesaat sebelum meninggalkan arena pertemuan.

Mendagri melukiskan pertemuan berlangsung dengan sangat baik dan kondusif. Saat ditanya apakah Pemerintah Aceh sudah bersedia mengubah bentuk lambang dan benderanya, Mendagri mengatakan, pertemuan tersebut belum membahas hal itu.

"Tadi kita tidak bicara itu. Itu sudah masuk substansi. Nanti dibahas oleh tim kecil," kata Mendagri Gamawan Fauzi.

Mendagri dalam pertemuan tersebut didampingi Dirjen Otda Prof Djohermansyah Djohan dan Dirjen Kesbanglinmas Tanribali. Pertemuan diawali jamuan makan siang menu masakan Jepang.

Gubernur Zaini Abdullah mengatakan pertemuan dengan Mendagri berjalan sangat baik.

Mengenai pembentukan tim kecil, gubernur menyatakan sudah dicapai kesepakatan, dan tim tersebut mulai bertemu pekan depan di Batam.

"Sudah ada kemauan yang baik dari Pusat dan Aceh untuk segera menyelesaikan masalah  bendera dan lambang. Itu dulu yang terpenting," kata Gubernur Zaini.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help