• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

KPK: Proses Pelaksanaan Pemilu Berpotensi Korupsi

Kamis, 2 Mei 2013 14:23 WIB
KPK: Proses Pelaksanaan Pemilu Berpotensi Korupsi
Tribunnews.com/Yogi Gustaman
Adnan Pandu Praja

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Salah satu persoalan dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) adalah munculnya praktik korupsi.

Menurut Wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK, Adnan Pandu Praja, potensi korupsi pada proses Pemilu dapat terjadi dalam prosesnya, calon yang diusung, dan pemilih yang akan menggunakan hak politiknya.

"Maka menumbuhkan pemahaman masyarakat tentang Pemilukada yang berintegritas harus dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas Pemilu yang yang dapat menghasilkan pemimpin berkualitas dan memiliki integritas," kata Adnan saat menghadiri deklarasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Cagub-Cawagub Jateng, dan penandatanganan Komitmen
Berintegritas, di Hotel Patra Jasa, Semarang, Kamis (2/5/2013).

Adnan mengungkapkan, adanya penandatanganan komitmen berintegritas yang harus dilakukan oleh Cagub-Cawagub, adalah sebagai bentuk komitmen bersama. Tujuannya untuk menjalankan proses Pemilukada secara berintegritas, transparan dan akuntabel, bersih tanpa politik uang (langsung maupun tidak langsung), aktif dalam upaya pemberantasan korupsi, dan tidak melakukan korupsi.

"KPK akan terus mengawal untuk mendorong proses politik yang fair dan bebas dari money politics," tandasnya.

Sayangnya, seperti diberitakan sebelumnya, Cagub Jateng, Bibit Waluyo, tidak ikut dalam penandatanganan komitmen berintegritas Cagub-Cawagub Jateng. Sebab, secara bersamaan, Bibit yang juga masih menjabat sebagai Gubernur Jateng tersebut, sedang menghadiri sidang paripurna di Gedung DPRD jateng.

Praktis, dalam penandatanganan yang disaksikan Wakil Ketua KPK, Adnan Pandu Praja dan Ketua KPU Jateng, Fadjar Subchi, hanya dihadiri lima Cagub-Cawagub antara lain, Hadi Prabowo-Don Murdono, Sudijono Sastroatmodjo, dan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko.

Sementara untuk kolom tandatangan Bibit Waluyo, terpaksa diwakili atau diisi oleh Sudijono Sastroatmodjo.

"Saudara Bibit Waluyo telah menyampaikan izin pada KPK dan dibolehkan saya untuk membacakan LHKPN," kata Sudijono mengawali pembacaan LHKPN milik Bibit di podium.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja
0 KOMENTAR
1737402 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas