• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribunnews.com

700 Dosen Berijazah S1 Akan Dianulir, PTS Bakal Gulung Tikar

Jumat, 3 Mei 2013 13:39 WIB
700 Dosen Berijazah S1 Akan Dianulir,  PTS Bakal  Gulung Tikar
Net
Ilustrasi dosen

Laporan Wartawan Surya,Musahadah

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA - Para dosen perguruan tinggi yang hanya berijazah sarjana (S1) harus mulai siap-siap mencari alternatif pekerjaan lain.

Sebab, pemerintah akan menganulir status dosennya jika pada tahun 2014 mendatang masih belum meningkatkan jenjang pendidikannya.

Hal ini disampaikan Prof Ismanto Hadi, Dosen Kopertis DPK  usai memberikan pelatihan pekerti dosen-dosen kopertis wilayah VII Jawa Timur di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Jumat (3/4/2013).

Dari data yang ada, saat ini ada sekitar 7 persen dari 10.000 dosen atau sekitar 700 dosen yang mengajar di perguruan tinggi swasta masih berijazah S1.

Kebanyakan mereka berada di PT yang memiliki program diploma (D3) seperti kebidanan.

Hal itu dimungkinkan karena sebelumnya masih dimungkinkan dosen sarjana mengajar mahasiswa yang jenjang pendidikannya lebih rendah (diploma).

Para dosen sarjana ini sebagian sudah berusia lanjut yang mengaku malas kuliah lagi dan sebagian muda baru selesai kuliah.

"Semuanya dosen yayasan, bukan dosen pegawai negeri yang diperbantukan di kopertis,"terangnya.

Disinggung tentang dosen S1 yang masih kuliah, menurutnya mereka masih diberi kesempatan sampai studinya selesai.

"Tapi kalau belum S2  mereka dianulir dulu. Kalau mau kuliah silahkan dan nanti bisa mendaftar lagi,"katanya.

Menurut Ismanto, ketentuan ini tidak bisa ditawar lagi karena sudah ada dalam UU 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen.

Namun pelaksanaannya baru diterapkan tahun 2014 karena harus ada tahap sosialisasi.

Dengan tidak diakuinya status dosen, secara otomatis tunjangan profesi mereka akan dianulir.

Dan itu berarti akan mengurangi jumlah dosen di PTS tersebut.
Jika jumlah dosen sarjana PTS banyak dianulir akan mempengaruhi izin PTS tersebut.

Dijelaskan Ismanto, izin PTS ini berlaku setiap lima tahun sekali.

Izin didasarkan pada rasio dosen dan mahasiswa per program studi.

Untuk prodi IPS rasionya 1:40, sedangkan IPA 1:30.
Dan, di masing-masing prodi diharuskan memiliki enam dosen minimal S2 semuanya.

"Ketentuan ini semata-mata untuk meningkatkan kompetensi mengajar agar pendidikan kita tidak tertinggal jauh dengan luar negeri,"tukasnya.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1741861 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas