• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribunnews.com

Penyaluran Dana Tunjangan Sertifikasi Guru Ditunda

Jumat, 3 Mei 2013 10:31 WIB
Penyaluran Dana Tunjangan Sertifikasi Guru Ditunda
TRIBUN JABAR/Gani Kurniawan
Sejumlah pendidik merapikan dan melihat-lihat sertifikat yang baru diterimanya pada acara Penyerahan Sertifikat Pendidik Sertifikasi Guru dalam Jabatan Tahun 2012 di Rayon 134, Kampus Unipersitas Pasundan (Unpas), Jalan Tamansari, Kota Bandung, Minggu (17/2/2013). Dari 9.488 pendidik yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru di Rayon 134 yang diselenggarakan FKIP Unpas, sebanyak 9.251 guru dinyatakan lulus sertifikasi 2012 dan menerima sertifikat sertifikasi, sedangkan sisanya sebanyak 237 guru dinyatan tidak lulus. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Pemerintah menunda pencairan dana tunjangan sertifikasi guru untuk menghindari anggaran ganda dengan tunjangan tambahan penghasilan (TTP) guru yang berasal dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan Nunukan, Nizaruddin mengatakan, sebenarnya dana tunjangan sertifikasi untuk sekitar 600 guru di Kabupaten Nunukan sudah siap. Hanya saja surat keputusan mengenai penerima tunjangan sertifikasi, baru seperempatnya yang diterima Dinas Pendidikan Nunukan.

"Ini kadang-kadang saya bingung. Tahun-tahun sebelumnya SK duluan uangnya setengah mati. Sekarang uangnya sudah siap, tetapi SK baru seperempat yang keluar," ujarnya.

Untuk mengantisipasi beda persepsi antara para guru dan Dinas Pendidikan Nunukan, Nizaruddin telah menggelar pertemuan dengan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Nunukan.

"Kita sudah membicarakan masalah itu, karena apa?  TTP dari pusat sudah ada. Tentunya ada kekhawatiran yang menerima itu juga masuk dalam SK sertifikasi. Jangan sampai ganda," ujarnya.

Pihaknya memberikan solusi untuk mengatasi persoalan itu, agar dana tunjangan sertifikasi dibayarkan satu atau dua bulan kedepan, setelah SK penerima sudah turun.

"Saya hanya meminta jaminan kepada PGRI. Bagaimana bisa menjamin? Katakanlah misalnya Abdul Hadi kita berikan TTP, ternyata di SK sertifikasi namanya muncul. Kira-kira siap tidak mengembalikan TTP? Akhirnya diputuskan tunggu saja, Alhamdulillah kita sudah sepakati," ujarnya.

Ia berharap dengan kesepakatan bersama itu, tidak lagi timbul kericuhan yang menyoal keterlambatan pencairan dana.

"Kalau begitu kita kembalikan saja kepada PGRI untuk menyikapinya. Tetapi yang pasti kita sudah putuskan bersama, kita menungu SK-nya," ujarnya.

Dinas Pendidikan Nunukan juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera menerbitkan nama-nama penerima tunjangan sertifikasi seperti yang diusulkan.

"Karena ini pusat yang menetapkan namanya. Kita hanya mengusulkan, tentunya persyaratannya dia harus ada sertifikasi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG)," ujarnya.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Kaltim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
3 KOMENTAR
1741091 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Akhmadzailani-Jumat, 31 Mei 2013 Laporkan
    Memang nasib guru selalu jadi bulan.-bulan beda tunjangan intansi lain lancar . Guru selalu ada hambatan.pesyaratan. Nasib......nasib...ya teserahlah yg punya kuasa. Sekolah dak nambah sedangkan guru sertipikasi terus.. Akhirnya guru rebutan jam mengaja
  • Lieze-Jumat, 3 Mei 2013 Laporkan
    Kesan nya kok jd saling
    menyalahkan.atau hanya
    alasan saja ....itu kan
    sudah merupakan
    keputusan pimpinan
    sekolah.araraneh...mana
    hutang udah
    numpuk...semoga dapet
    hidayah lah para
    pemimpin pendidikan teh
  • Lieze-Jumat, 3 Mei 2013 Laporkan
    Keanapa yg ngajar
    MATA PEL YG DI
    AMPU 20 Jam + pel
    PLH 4 jam gak cair
    sudah keputuaan
    pimpinan.kok jadi
    kea
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas