• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Tanah di Cigintung Bergeser Tiga Meter Per Hari

Jumat, 3 Mei 2013 02:47 WIB
Tanah di Cigintung Bergeser Tiga Meter Per Hari
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ilustrasi tanah longsor

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Aktivitas pergerakan tanah di Kampung Cigintung, Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, semakin meningkat.

Anggota Taruna Siaga Bencana (Tanaga) Majalengka, Ujang (29), pada Senin (29/4) lalu mengatakan amblasan tanah tertinggi sekitar dua meter per hari.

"Malah (pergeseran) tertinggi bertambah menjadi tiga meter per hari," ujar Ketua Tagana Malajengka, Robert saat dihubungi Tribun melalui ponselnya, Kamis (2/5/2013) malam.

Bahkan, lanjutnya, sempat terjadi longsoran di area persawahan. Akibat aktivitas pergerakan tanah yang terus bertambah, 602 rumah dinyatakan rusak berat.

Itu merupakan jumlah seluruh bangunan rumah di Kampung Gintung.

"Semuanya perlu rekolasi. Selain itu, 182 hektare sawah tak bisa dipanen," katanya.

Robert menyebutkan 677 kepala keluarga yang terdiri dari 1.959 warga mengungsi. Menurutnya, hampir semua warga mengungsi ke rumah keluarga mereka di dekat kampung itu.

Selain itu, ucapnya, semakin banyak jembatan dan akses jalan yang rusak. Berdasarkan pantauan pada Senin lalu, beberapa warga Kampung Cigintung kembali ke kampungnya demi memanen padi di sejumlah sawah.

Robert mengakui, aktivitas yang sama masih berlangsung.

Ia menyatakan sulit untuk melarang warga itu untuk memanen.

"Di satu sisi, kami selalu cegah tetapi di sisi lain ada jiwa sosial lantaran mereka sangat mengharapkan panenan itu makan. Namun, kami selalu mengingatkan bahwa tanah terus bergerak," katanya.

Pihak Tanaga meminta warga yang berniat panen untuk segera pulang jika ada pergeseran tanah yang cukup besar.Sejauh ini, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, Tagana menyediakan obat-obatan, bahan makanan, pakaian di posko.

Namun, lantaran tak ada warga yang mengungsi ke tenda pengungsian, Robert dan kawan-kawan membawa bantuan itu ke warga yang mengungsi ke Cimuncang. Sejauh ini, ucapnya, belum ada warga yang mengeluh sakit.

"Kami sudah dua kali dropping bantuan ke pengungsi," ujarnya.

Menurut Robert sejumlah pejabat pemerintah daerah Majalengka seperti bupati, wakil bupati, kapolres, dan Komandan Kodim mengunjungi lokasi bencana pada Kamis (2/5/2013).
Keberadaan Tagana di sekitar Cigintung juga bertambah sepekan yang seharus berakhir pada Rabu (1/5/2013).

Sebelumnya, Ujang menyebutkan sesuai dengan penelitian BMKG Majalengkan, gerakan tanah yang terus-menerus itu lantaran adanya sungai besar yang mengalir di bawah tanah sepanjang Kampung Ciguntung. Air sungai itu, kian bertambah selama musim hujan.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1739971 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas