Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Sikap Otoriter Nurdin Bisa Hancurkan Golkar

Sabtu, 4 Mei 2013 23:25 WIB

Laporan Wartawan Tribun Timur, Rudhy

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Sikap otoriter korwil pemenangan Sulawesi DPP Partai Golkar Nurdin Halid yang memilih adik kandungnya Kadir Halid sebagai pendamping Supomo di Pilkada Makassar mendatang dipastikan akan menimbulkan perpecahan di internal golkar.

Otoriter tersebut tergambar tatkala beberapa ketua DPD II Golkar di sejumlah daerah di Sulsel sudah dipecat diantaranya ketua DPD II Enrekang La Tinro dan Ketua DPD Parepare Zain Katoe.

Bahkan masih ada nama-nama yang akan menyusul dipecat jika penetapan pasangan calon kepala daerah di lawan sejumlah kader Golkar.

Mereka yang terancam dipecat antara lain, Ketua DPRD Pinrang Darwis Bastaman, Ketua DPD II Pinrang Abdi Baramuli, Ketua DPD Jeneponto Burhanuddin Baso Tika.

Dan bukan cuma ketua DPD II saja yang akan dipecat, melainkan ketua DPRD kabupaten Jeneponto Mulyadi Mustamu Ketua DPRD Sidrap A.Sukri Baharman juga menyusul akan dipecat jika tetap maju tanpa melalui partai Golkar.

Otoriter inilah yang akan membuat Golkar terpojok dalam pemilihan kepala daerah mendatang, apa lagi pemilihan kepala daerah adalah tolak ukur kekuatan golkar menghadapi pileg mendatang.

"Ini ancaman besar bagi Golkar kalau Nurdin diberi ruang, sehingga sebaiknya ketua DPD I juga menunjukkan kekuatannya untuk menghalau keinginan Nurdin membangun politik dinasti," ungkap dosen politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Firdaus menilai, kalau kejadian ini terus menjamur atau dibiarkan maka hal itu akan merugikan Golkar utamanya dalam memenangkan Abu Rizal Bakri sebagai presiden.

Di ketahui lumbung suara golkar cuma ada di Sulsel, sehingga fenomena semacam ini akan berimbas. Lagi pula jika golkar kalah dalam pilkada daerah yang perhatian adalah ketua DPD II dan DPD I yang dianggap tidak bekerja memenangkan golkat.

Padahal penetapan DPP yang salah dalam pasangan calon, jadi DPD II dan DPD I nantinya akan menjadi kambing hitam dari perbuatan hitam korwil wilayah sulawesi.

"Masa survei dan mekanisme menjadi dasar sering di hembuskan Nurdin dalam penetapan calon, namun yang terjadi adalah pelanggaran mekanisme yang terkesan di biarkan," tambah Firdaus.

Sehingga menurutya, jika golkar inginkan keberhasilan di pilkada daerah, sebaiknya Nurdin di pindahkan menjadi korwil diluar sulawesi, agar penguatan golkar di daerah lain nantinya akan dapat menjadi lumbung suara Golkar.

Editor: sanusi
Sumber: Tribun Timur

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas