• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kredit Pensiun Bank Bukopin Gelontorkan Rp 3 M

Minggu, 5 Mei 2013 19:47 WIB
Kredit Pensiun Bank Bukopin Gelontorkan Rp 3 M
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM .COM, PALEMBANG - Sepanjang tahun 2013 Bank Bukopin Cabang Palembang telah menggelontorkan dana dalam bentuk kredit pensiun sebesar Rp 3 miliar. Hal itu diungkapkan Account Officer Penjualan Produk Pensiun Bank Bukopin, Rizki Magdalena didampingi Novi Indriasari kepada Sripoku.com, di ruang kerjanya, Sabtu (4/5/2013).

Pihaknya optimis target dana hingga Rp 5 miliar diakhir tahun bisa dicapai. Ini karena banyak keuntungan bisa didapat nasabah, diantaranya tenor peminjaman bisa dilakukan hingga 12 tahun tanpa biaya administrasi. "Plafonnya disiapkan hingga Rp 200 juta," katanya.

Aturan ini baru, jika sebelumnya tenor hanya 10 tahun. "Baru tahun ini waktunya kita perpanjang," katanya.

Rasio gaji yang nasabah 95 persen dan usia jatuh tempo juga diperpanjang. Jika sebelumnya maksimal 70 tahun, kini diperpanjang menjadi 75 tahun. Dia optimis dengan penyesuaian tersebut, pasarnya akan semakin luas. Persyaratannya juga ringan dan tanpa ribet. "Kami optimis target dana pensiun bisa tercapai," kata dia.

Sementara salah satu nasabah, Parimpunan Harahap (57) mengaku memanfaatkan dana pensiun di bank Bukopin sejak Februari 2012, lalu. Dia mengaku meminjam kredit pensiun sebesar Rp 60 juta dengan tenor hingga lima tahun. Pria yang tinggal di Lebong Siarang Palembang ini adalah pensiunan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumsel. Dia memanfaatkan dana tersebut untuk membeli alat bor.

"Masuk pensiun saya tidak takut sama sekali, saya buka bisnis pengeboran atau pembuatan lubang penanam besi untuk kontsruksi bangunan. Karena ini memang keahlian saya," kata dia.

Pria ini juga mengaku teknik pengeboran untuk tiang pancang inilah dianggap bisnis yang paling menguntungkan. Bahkan di Palembang, banyak sekali pembangunan gedung dan perumahan baru, pasar inilah yang diakuinya dibidik. "Saya optimis  dalam dua tahun pinjaman bisa saya kembalikan," katanya.

Sebelum membeli alat bor sendiri, Parimpunan mengaku sering kali menyewa alat bor. Satu kali sewa capai Rp 10 juta. "Sekarang sudah punya sendiri, jadi lebih enak," katanya.

Saat ini, konsumennya tak hanya dari Palembang, wilayah Kabupaten di sumsel pun sudah dirambahnya. "Dulu sempat berpikir mau berternak saja, tapi setelah pikir-pikir lagi, akhirnya saya bergelut disini," katanya.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Sriwijaya Post
0 KOMENTAR
1749201 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas