• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kapolres Ancam Bakal Menangkap Penjual Gula Ilegal

Senin, 6 Mei 2013 15:16 WIB
Kapolres  Ancam Bakal Menangkap Penjual  Gula Ilegal
Topi Polisi dengan logo

TRIBUNNEWS.COM  MELAWI,-Kapolres Melawi AKBP Samuel Tandi Tondingrara mengancam akan menangkap oknum yang menjual gula ilegal asal Malaysia. Penegasan tersebut disampaikan kapolres, menyusul semakin banyaknya gula Malaysia belakangan ini.

“Kalau ada akan kita tangkap, tidak boleh itu, namun untuk sementara ini kita masih melakukan penyelidikan di lapangan, apakah benar gula tersebut dari Malaysia,” kata Kapolres kepada wartawan Senin (6/5).

Kapolres mengatakan, gula Malaysia tersebut biasanya masuk dari perbatasan di Wilayah Entikong Sanggau. Di sana aparat kepolisian telah lebih dulu bergerak jika didapati adanya gula ilegal yang masuk ke Indonesia.

“Biasanya gula ini dari Malaysia, kemudian masuknya melalui perbatasanya Sanggu baru  ke Sekadau, kemudian sampai di Sintang dan di persimpangan akan kita cegat dan kita tangkap sebelum masuk ke Melawi” Kata Kapolres.

Kapolres mengungkapkan, seharusnya masyarakat tahu mana barang yang diperbolehkan di jual bebas dan tidak. Kata dia tugas untuk menghindari peredaran barang ilegal bukan hanya kepolisian namun juga semua pihak, termasuk masyarakat.

“Kalau barang yang masuk ke Melawi tidak boleh tetap kita tangkap, namun kita tetap mempelajari terlebih dahulu kebenaran tersebut,” tandasnya.

Informasi di lapangan menjelang bulan ramadhan gula Malaysia mulai banyak terdapat di Kabupaten Melawi, gula tersebut diduga dibawa menggunakan truk kontainer kemudian di tampung di sejumlah pemilik toko untuk di jual kepada masyarakat.

Dikonfirmasi hal tersebut, lagi-lagi kapolres mengatakan, pihaknya akan memperlajari terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut. (ali)
 

Editor: Budi Prasetyo
0 KOMENTAR
1751952 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas