• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Pengangguran Terbuka di Riau Turun

Senin, 6 Mei 2013 18:58 WIB

Pengangguran Terbuka di Riau Turun
Ilustrasi pencari kerja

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru Afrizal

*Jumlah Lulusan Diploma dan Universitas Tak Bekerja Meningkat

TRIBUNNEWS.COM PEKANBARU, - Tingkat pengangguran di Riau Februari 2013 ini mulai membaik. Dibandingkan Februari 2012 lalu, tingkat pengangguran terbuka Februari ini sebesar 4,13 persen. Angka lebih rendah daripada tahun sebelumnya yang mencapai 5,17 persen. Dari sisi jumlah, Februari 2013 ini pengangguran mencapai 116.410 orang.

Menurut Kepala BPS Riau, Mawardi Arsyad, terjadinya penurunan ini tidak terlepas dari semakin terbukanya kesempatan kerja. Bertambahnya jumlah penduduk usia kerja karena dorongan ekonomi menuntut untuk menambah penghasilan.

Uniknya, meskipun menurun, secara persentase, tingkat pengangguran terbuka lulusan diploma dan universitas justru meningkat. Peningkatan tertinggi dialami lulusan diploma I, II dan III sebanyak 7,15 persen, dari 1,33 persen Februari 2012, menjadi 8,48 persen Februari 2013. Hal senada juga dialami lulusan universitas dari awalnya 0,69 persen meningkat menjadi 3,56 persen.

Penurunan tingkat pengangguran terbuka ini justru terjadi pada tingkat pendidikan SD dari 3,60 persen menjadi 2,23 persen,  SMP 5,15 persen menjadi 2,40 persen dan SMA 8.60 persen menjadi 8.00 persen serta SMK 7,52 persen menjadi 5,72 persen.

Dari segi jumlah, penduduk yang bekerja Februari 2013 ini juga bertambah 211.597 orang sehingga jumlahnya menjadi 2.699.454 orang. Padahal Februari 2012 penduduk yang bekerja hanya 2.487.857 orang. Dilihat dari jumlah angkatan kerja, Februari 2013 ini mencapai 2.815.864 orang. Dibandingkan periode yang sama 2012 silam, jumlah ini meningkat 192.368 orang dari jumlah sebelumnya hanya 2.623.496 orang.

Pertanian, lanjut Mawardi,  merupakan sektor paling dominan yang menyerap tenaga kerja di propinsi ini. Pada periode Februari 2013 saja, penyerapan sektor ini meningkat 1,48 persen dari 44,8 persen menjadi 46,28 persen dari jumlah penduduk yang bekerja. Sedangkan penyerapan tenaga kerja pada sektor jasa kemasyarakatan, sosial dan perorangan turun 0,62 persen dari 15,80 persen pada  Februari 2012 menjadi 15,18 persen Februari 2013.

Sementara itu, dilihat dari status pekerjaan, dari 2.699.454 orang yang bekerja Februari 2013, status pekerjaan terbanyak sebagai buruh atau karyawan. Kelompok ini menyerap 1.123.344 orang atau setara 41,61 persen. Diikuti usaha sendiri 579.288 orang atau setara 21,46 persen. Pekerjaan terkecil adalah pekerja bebas non-pertanian hanya 47.952 atau 1,78 persen. 

Periode setahun terakhir terjadi perubahan persentase pekerja ini. Pekerja dengan status buruh atau karyawan naik sebesar 3,81 persen. Penurunan justru terjadi pada usaha yang dibantu buruh tidak tetap 3,48 persen, berusaha dibantu buruh tetap 1,55 persen dan pekerja tidak dibayar turun 0,53 persen. Penurunan juga terjadi pada pekerja keluarga yang awalny mencapai 15,15 persen pada Februari 2012, turun menjadi 14,61 persen tahun ini.

Komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja per minggu, tambah Mawardi tidak mengalami perubahan berarti, Februari 2013, pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari delapan jam perminggu porsinya snagat kecil yaitu 1,91 persen dari total penduduk yang bekerja. Sebaliknya penduduk yang bekerja penuh waktu dengan waktu kerja 35 jam lebih mencapai 60,51 persen. (riz)

Editor: Budi Prasetyo
0 KOMENTAR
1753302 articles 0 0
Default
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas