Minggu, 5 Juli 2015
Tribunnews.com

Khofifah: Saya Petarung, Bukan Mau Bunuh Diri!

Selasa, 7 Mei 2013 07:15 WIB

Khofifah: Saya Petarung, Bukan Mau Bunuh Diri!
Tribunnews.com/Srihandriatmo Malau
Khofifah Indar Parawansa (kanan) didampingi Sutiyoso (kiri) dan Salahuddin Wahid (kedua dari kiri) saat akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur 

Tribunnews.com, JAKARTA - Khofifah Indar Parawansa optimistis menghadapi Pemilihan Kepada Daerah/Gubernur Jatim 2013. Ia mengaku telah mendapat dukungan penuh dari para kiai Nahdlatul Ulama. Keyakinan itu diperkuat pengalaman pada Pilghub 2008, saat dia bersaing ketat melawan Sukarwo, gubernur saat ini.

Menurut perempuan 41 tahun yang menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan pada pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri, 1999-2001, dukungan para kiai ini bukanlah omongan kosong. Menurutnya, hasil kunjungan kerja keliling ke daerah-daerah, dan komunikasinya langsung, dukungan para kiai pun didapatnya, saat maju menjadi Cagub Jatim 2013.

"Dari saya keliling di daerah, mereka (para kiai) menyambut hangat. Karena saya jalan sendiri, saya dengar sendiri, saya bersapa sendiri. Jadi saya tidak pinjam pendengaran orang. Saya hakul yakin, aninul yakin. Karena saya menyaksikan sendiri betapa mereka menyambut hangat," kata Khofifah kepada TRIBUNnews.com usai konferensi pers pernyataan sikap pimpinan parpol pengusung Khofifah pada Pilgub Jatim di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (6/5/2013).

Berdasarkan pengalaman pada Pilgub 2008, persiapan-persiapan, strategi pengawalan serta pengawasan dan dukungan dari semua warga Jatim, Khofifah optimis kemenangan akan diperolehnya kali ini.

"Bukan saya over confidence. Tetapi saya harus menyatakan bahwa, Insya Allah saya bisa membedakan antara bertarung dengan bunuh diri. Saya sedang siap bertarung, bukan siap-siap mau bunuh diri," kata dia meyakinkan.

Khofifah Indar Parawansa akan maju sebagai Calon Gubernur Jawa Timur periode 2013-2018 didukung 1 partai politik parlemen, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), selebihnya didominasi parpol yang tidak lolos electoral threshold Pemilu 2009.

Ketujuh Parpol non-parlemen itu adalah, Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Kedaulatan, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Matahari Bangsa (PMB).

Halaman1234
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Gusti Sawabi
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas