Kamis, 18 Desember 2014
Tribunnews.com

Khofifah: Saya Petarung, Bukan Mau Bunuh Diri!

Selasa, 7 Mei 2013 07:15 WIB

Khofifah: Saya Petarung, Bukan Mau Bunuh Diri!
Tribunnews.com/Srihandriatmo Malau
Khofifah Indar Parawansa (kanan) didampingi Sutiyoso (kiri) dan Salahuddin Wahid (kedua dari kiri) saat akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Timur 

Tribunnews.com, JAKARTA - Khofifah Indar Parawansa optimistis menghadapi Pemilihan Kepada Daerah/Gubernur Jatim 2013. Ia mengaku telah mendapat dukungan penuh dari para kiai Nahdlatul Ulama. Keyakinan itu diperkuat pengalaman pada Pilghub 2008, saat dia bersaing ketat melawan Sukarwo, gubernur saat ini.

Menurut perempuan 41 tahun yang menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan pada pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri, 1999-2001, dukungan para kiai ini bukanlah omongan kosong. Menurutnya, hasil kunjungan kerja keliling ke daerah-daerah, dan komunikasinya langsung, dukungan para kiai pun didapatnya, saat maju menjadi Cagub Jatim 2013.

"Dari saya keliling di daerah, mereka (para kiai) menyambut hangat. Karena saya jalan sendiri, saya dengar sendiri, saya bersapa sendiri. Jadi saya tidak pinjam pendengaran orang. Saya hakul yakin, aninul yakin. Karena saya menyaksikan sendiri betapa mereka menyambut hangat," kata Khofifah kepada TRIBUNnews.com usai konferensi pers pernyataan sikap pimpinan parpol pengusung Khofifah pada Pilgub Jatim di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (6/5/2013).

Berdasarkan pengalaman pada Pilgub 2008, persiapan-persiapan, strategi pengawalan serta pengawasan dan dukungan dari semua warga Jatim, Khofifah optimis kemenangan akan diperolehnya kali ini.

"Bukan saya over confidence. Tetapi saya harus menyatakan bahwa, Insya Allah saya bisa membedakan antara bertarung dengan bunuh diri. Saya sedang siap bertarung, bukan siap-siap mau bunuh diri," kata dia meyakinkan.

Khofifah Indar Parawansa akan maju sebagai Calon Gubernur Jawa Timur periode 2013-2018 didukung 1 partai politik parlemen, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), selebihnya didominasi parpol yang tidak lolos electoral threshold Pemilu 2009.

Ketujuh Parpol non-parlemen itu adalah, Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP), Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI), Partai Kedaulatan, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Matahari Bangsa (PMB).

"Sementara ada 8 parpol pengusung. Mengapa saya katakan sementara? Karena masih ada 3 parpol lagi yang sedang berproses," ungkap Khofifah.

Dengan dukungan 8 Parpol, imbuhnya, syarat dukungan 15 Persen dari Perolehan suara pemilu sudah terlampaui. Karena dari 8 Parpol pengusung, jumlah perolehan suara yang diperoleh adalah 16,95 persen.

Khofifah akan kembali maju sebagai Calon Gubernur Jawa Timur (Jatim). Dengan dukungan  delapan Partai Politik (Parpol) yang didominasi Parpol non-parlemen, Khofifah akan didaftarkan menjadi Cagub Jatim periode 2013-2018, pada 13 Mei mendatang.

Merebut kemenangan yang tertunda pada Pemilihan Gubernur Jatim tahun 2008 lalu, menjadi  ambisi Khofifah kembali maju setelah periode lalu kalah. "Saya melihatnya bahwa Pilgub lalu sudah menang. Ya, yang kemenangan dulu itu harus diambil kembali. Simpel saja sebenarnya, bahwa musti ada yang melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Masak kalau ada kemungkaran semua mengamini?" ujar Khofifah.

Atas dorongan dan keyakinan banyak dukungan dari hati yang ingin kemungkaran itu diluruskan, membuat Khofifah maju kembali sebagai Cagub Jatim. Menurutnya, pada Pilgub tahun 2008 yang maju pada putaran kedua, dia berpasangan dengan Mudjiono melawan Sukarwo-Syaifullah Jusuf, ada banyak kemungkaran atau kecurangan yang kasat mata.

***

Khofifah menjadikan pembelajaran berharga Pilgub 2008 lalu. Ia berharap adanya perbaikan demokrasi di Jatim sekalgus pelecut semangat Khofifah kembali maju sebagai Cagub. Menurutnya, maju kembali menjadi Cagub bukan tanpa dukungan. Massa pendukung Khofifah pada Periode 2008 pun sudah menyatakan komitmen siap kembali mendukung dan memenangkannya.

Bahkan, pada Pilgub kali ini, ia mendapat limpahan dukungan dari kubu pertahana. "90 persen suara pendukung saya yang lalu masih punya komitmen yang sama. Dan bahkan saya mendapatkan limpahan dari yang dulu mendukung KarSa (Karwo-Saifullah Yusuf, Pemenang Pilgub Jatim 2008). Subahanaallah, luar biasa," ujar Khofifah sumringah.
Modal lain yang membuat Khofifah yakin bakal mendulang dukungan penuh masyarakat Jatim, adalah kebiasaannya turun langsung ke daerah. Dan itu bukan hanya dilakukannya menjelang Pilgub ini.

"Karena saya kalau 5 hari di Jawa Timur, saya bisa 4 hari di daerah. Baru 1-2 hari di Surabaya. Di Jakartanya makin berkurang. Bisa 6 hari di Jawa Timur, 1 hari di Jakarta," ujarnya.

"Saya memang tukang turun ke daerah. Saya melakukan penyapaan di daerah. Bukan hanya menjelang Pilgub Jatim ini. Saya menyapa komunitas anytime, anywhere," ucapnya.
Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Sutiyoso atau akrab disapa Bang Yos sebagai parpol pengusung, yakin Khofifah akan menang dengan modal pengalaman maju sebagai Cagub Periode lalu, 2008.

Paling tidak, dia tegaskan, modal suara dukungan ke Khofifah pada Pilgub periode yang lalu bisa dipertahankan, maka kemenangan sudah di depan mata. "Khofifah ini sebenarnya mempunyai dukungan riil. Kalau para pendukung Khofifah di 2008 bisa kita mobilisasi lagi, artinya kita hanya memperebutkan antara pemilih pemula dan Golput," ujarnya.

Optimis menang dalam Pilgub kali ini, juga didasarkan pada keyakinan akan dukungan dari mayoritas masyarakat dari Nahdlatul Ulama (NU) yang mendominasi masyarakat Jatim. "Jadi itulah dukungan di atas kertas," ucapnya.

Pilgub Jatim 2008 dilangsungkan dua putaran. Pada putaran pertama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) menetapkan pasangan Soekarwo-Syaifullah Yusuf (KarSA) sebagai pemenang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim.

Hasil penghitungan manual yang dilakukan KPU Jatim di Hotel Mercure, Surabaya, 11 November 2008, KarSa diusung koalisi PAN, Partai Demokrat, dan PKS dinyatakan unggul di 22 kabupaten, dengan perolehan suara 7.729.944 (50,20 persen).

Sedangkan rivalnya, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (KaJi) meraup 7.669.721 suara (49,80 persen). Pasangan ini unggul di 16 kabupaten.

Syaifullah yang diakrab disapa Gus Ipul dan Khofifah adalah dua tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) yang mengadu "nasib" Pilgub Jatim.

Hasil quick count (penghitungan cepat) sejumlah lembaga survei pada pemilihan putaran kedua mengunggulkan pasangan KaJi dengan selisih suara yang tipis. Namun hasil penghitungan manual KPU Jatim menunjukkan hasil yang lain. Pasangan KarSa justru unggal sebanyak 60.223 suara (0,4 persen) atas pasangan KaJi.

Tak menerima hasil penetapan KPU Jatim, kubu Khofifah akan melayangkan gugatan terkait dugaan kecurangan dan penggelembungn suara.

Setelah MK memutuskan menganulir perhitungan suara di beberapa tempat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menetapkan jumlah suara pasangan calon gubernur Jawa Timur Soekarwo-Syaifullah Yusuf atau Karsa, lebih tinggi dari kandidat lain Khofifah Indarparawansa-Mudjiono, 30 Januari 2009.

Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (KaJi) 7.626.757 suara sedangkan pasangan Soekarwo-Syaifullah Yusuf (KarSa) 7.660.861 suara. Ada selisih 34.104 suara untuk Karsa atas Kaji.

Pengumuman resmi hasil pilkada Jawa Timur ini dilakukan setelah dilaksanakan proses pemilihan ulang pilgub Jatim di Kabupaten Sampang dan Bangkalan, serta penghitungan ulang di Kabupaten Pamekasan Madura seperti diperintahkan Mahkamah Konstitusi (MK).  (tribunnews/andri malau)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas