Pemilihan Wali Kota Makassar

PDIP Uji Komitmen Politik Lima Cawalkot

Lima Bakal Calon Wali Kota Makassar akan menjalani fit and Propert test di kantor

PDIP Uji Komitmen Politik Lima Cawalkot
Wikipedia
Logo PDIP

Laporan Wartawan Tribun Timur/Rudhy

TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR,  --  Lima Bakal Calon Wali Kota Makassar akan menjalani fit and Propert test di kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDIP) Sulsel Jl Racing Center, Rabu (8/5).

Kehadiran figur yang telah mendaftar sebagai cawalkot di partai berlambang benteng moncong putih itu untuk diuji sejauhmana mengembang komitmen politiknya jika mereka diusung PDIP di pilkada Makassar mendatang.

"Seluruh kontestan baik cawalkot maupun Cawawali yang mendaftar di PDIP berdasarkan usulan DPC akan diundang ke DPD. Salah satu yang dibahas dalam ujian tersebut yakni sejauhmana kelimanya membangun komitmen politiknya setelah diusung," kata Ketua Badan Pemenangan (BP) Pemilu DPC PDIP Makassar Raisul Jais, Selasa (7/5).

Dalam kesempatan itu, selain ditanya mengenai komitmen politik yang akan dibangun di partai besutan Megawati Soekarno Putri.

Para calon, juga akan ditanya beberapa hal, termasuk basis suara masing-masing calon dan mengukur sejauhmana peluang kemenangan kandidat jika PDIP merekomendasikan dirinya bertarung pemilukada mendatang.

Diketahui, adapun kelima kontestan pilkada yang akan mengikuti test tersebut yaitu Apiayati Kamaluddin Amin Syam,
Adil Patu,Supomo Guntur, Danny Ramadhan Pomanto, Salahuddin Sampetoding dan satu bakal calon wakil wali kota Syamsul Rizal.

Terkait hasilnya nanti, PDIP kata Raisul akan menentukan siapa yang akan diusung setelah melalui test kemanpuan tersebut.

"Mengenai hasilnya itu akan diserahkan ke DPP karena yang memiliki kewenangan penuh dalam menentukan siapa figur yang diusung adalah DPP," kata Raisul.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribun di internal DPD, Ada dua hal yang akan menjadi ukuran DPP dalam memilih calon yang akan diusung.

Halaman
12
Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help