• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribunnews.com

Pembunuh dan Pemerkosa TKI Diduga Orang Lombok

Selasa, 7 Mei 2013 00:30 WIB
Pembunuh dan Pemerkosa TKI Diduga Orang Lombok
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Puluhan aktivis Migrant Care berunjuk rasa di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012).

TRIBUNNEWS.COM, KERINCI - Pembunuh dan pemerkosa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, Jambi, mulai terkuak.

Informasi yang didapat Tribun Jambi (Tribunnews.com Network), pembunuh diduga berinisial F, dan memiliki seorang putra bernama H. Diduga, F berasal dari Kepulauan Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan tinggal di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Itu diketahui setelah tersangka kembali menghubungi korban SJ, yang masih berada di ruang perawatan kebidanan Rumah Sakit Umum Mayjend HA Thalib Kerinci, Senin (6/5/2013). SJ dirawat akibat trauma setelah beberapa kali diperkosa tersangka.

"Ya, hari ini dia (tersangka) menghubungi saya melalui telepon. Dia minta saya datang menemui dia di Tanjung Balai. Katanya dia menunggu saya di pantai,” ujar SJ, didampingi penyidik Polres Kerinci, kepada Bupati Kerinci H Murasman, kemarin.

Kepada Murasman dan istrinya, Daruli, SJ menceritakan semua kisah sedih yang baru saja dialaminya, saat akan pulang ke Indonesia. SJ sudah beberapa tahun tidak pulang kampung, karena bekerja di Malaysia.

"Kami pulang karena suami saya ingin sekali bertemu dengan anak-anak di kampung. Apalagi, anak tertua kami baru menikah beberapa waktu lalu,” katanya.

SJ pun tidak henti-hentinya menangis, karena tidak kuasa menahan rasa sedih yang menghinggapinya. Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, selain mengalami perkosaan. SJ mengaku suaminya tewas, dan uang yang dibawanya ikut diambil pelaku. Demikian juga dengan dua teman sekampung mereka, Nazar dan Supardi, yang ikut menjadi korban kebiadaban pelaku.

”Saya dan suami membayar biaya pulang sebesar 1.250 Ringgit. Rencananya kami pulang melalui jalur resmi, dibantu tekong DS, yang satu kampung dengan kami. Saat pulang 2010 lalu, DS juga yang membawa saya,” ungkapnya.

Namun, dalam perjalanan pulang, ternyata mereka dipulangkan lewat jalur belakang, atau diselundupkan. Kalau tahu pulang menyelundup, tidak mungkin saya bawa barang banyak, lebih baik baju di badan saja. Saat berangkat, saya membawa empat kopor, yang sampai sekarang belum diketahui keberadaannya," tutur SJ.

Kepada Bupati Kerinci, SJ mengaku melihat sendiri kondisi suaminya, dan rekannya yang lain, usai dihabisi pelaku.

"Suami saya sudah dipastikan meninggal. Saya melihat sendiri pelaku membuangnya di laut,” kenang SJ.

Penyidik Polres Kerinci yang berada di dalam ruangan, ikut memberikan penjelasan kepada Bupati Kerinci, terkait perkembangan kasus tersebut. Mereka mengatakan, polisi akan bekerja maksimal dalam menangani kasus ini.

Tiga TKI asal Kabupaten Kerinci tewas dibunuh di Malaysia, saat akan pulang ke Indonesia. Ketiga TKI adalah MD (35), Nazar (35), dan Supardi (20). Ketiganya berasal dari Desa Sungai Abu. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jambi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1754192 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas