• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribunnews.com

Tim Sukses Ibas Waspadai Tokoh Daerah

Selasa, 7 Mei 2013 14:34 WIB
Tim Sukses Ibas Waspadai Tokoh Daerah
AFP/ADEK BERRY
Sekjen Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono

Laporan Wartawan Surya, Imam Hidayat

TRIBUNNEWS.COM,MADIUN - Predikat peraih suara terbanyak perorangan dalam Pemilihan Legislatif (pileg) 2009 lalu menjadi beban tersendiri bagi tim pemenangan Eddy Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Tekad untuk mempertahankan predikat perolehan suara terbanyak membuat mereka bekerja ekstra keras, sekaligus menimbulkan rasa was-was.

Heri Purnomo, Korlap Dapil 7 Pemenangan EBY menyatakan, meski sudah lima tahun terakhir banyak meluncurkan program-program konkrit ke masyarakat, tetapi persaingan pileg 2014 ini dirasa lebih berat dibanding 2009 lalu.

Belum lagi tekad untuk mempertahankan predikat perolehan suara perorangan terbanyak.

"Saat ini kami sedang memperkuat struktur sampai ke desa-desa," ujar Heri kepada Surya (Tribunnews.com Network).

Menurut Heri, dibanding pileg 2009 lalu, pileg 2014 ini akan lebih berat, dengan munculnya tokoh-tokoh lokal dalam memperebutkan kursi di DPR RI.

Di Partai Demokrat saja, untuk Dapil 7 terdapat 4 tokoh lokal asli Dapil 7 yang terdiri dari Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Magetan dan Ngawi.

Sementara di partai-partai lain juga demikian, banyak yang mengusung tokoh-tokoh lokal dalam pertarungan perebutan kursi DPR RI.

"Rata-rata partai peserta pemilu memasang dua sampai empat tokoh lokal. Hanya satu partai saja yang tak memasang tokoh lokal atau putra daerah," ujar dia.

Gerakan mengusung putra daerah ini yang membuat Tim Pemenangan Ibas dari Griya Aspirasi EBY untuk bekerja lebih ekstra.

"Memang tak bisa dipungkiri, mas Ibas memiliki nama besar sebagai anak SBY. Tetapi, maraknya tokoh lokal perlu menjadi perhatian kami," katanya.

Karena itu, untuk pileg 2014 ini, pihaknya akan all out dengan mengkoordinasikan antara tim pemenangan dari Jakarta dan lokal. Salah satunya, membentuk relawan-relawan hingga tingkat desa.

Diakuinya, program-program yang dikucurkan selama ini masih terus berjalan dan mendapat tanggapan positif dari masyarakat.
Meskipun Ibas mundur dari DPR RI, tetapi program-program itu masih terus berlangsung, yang dikoordinasikan disetiap Rumah Aspirasi EBY yang ada di lima kabupaten tersebut.

Selain program pertanian, yang juga digarap yakni bantuan UKM baik UKM kecil hingga UKM menengah, serta bantuan beasiswa bagi pelajar mulai SD hingga SMA.

"Kalau UKM memberikan bantuan mulai Rp 2 juta. Tetapi kami tak sekedar memberi bantuan, namun juga pelatihan, hingga pendampingan praktek di lapangan," katanya.

Lebih lanjut, Heri menyatakan, untuk pileg 2014 ini, pihaknya lebih mewaspadai pada persaingan dengan putra daerah atau tokoh lokal yang maju ke DPR RI.

Beberapa tokoh lokal ini, memang namanya tak terkenal secara nasional, tetapi karena dia berdomisili di daerah, sehingga nama dia lebih dikenal oleh para konstituen daerah.

"Potensi lokal ini yang menjadi perhatian kita," katanya.

Para tokoh lokal ini, diperkirakan akan menyedot suara konstituen di mana ia tinggal. Para putra daerah ini, sudah dikenal secara pribadi di kalangan warganya.

"Kalau bersaing dengan tokoh nasional sudah pernah kami lalui di Pileg 2009, tetapi bersaing dengan tokoh-tokoh lokal ini yang dibutuhkan strategi baru," kata dia.
Sayangnya Heri mengaku tak mengetahui secara pasti berapa anggaran yang dipersiapkan untuk pileg 2014 nanti.

"Saya tak ikut urusi anggaran, itu tim dari Jakarta," katanya.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
3 KOMENTAR
1756241 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Tisya Varadin-Selasa, 7 Mei 2013 Laporkan
    ditengah maraknya caleg2 yang belum berpengalaman, kalau saya lihat mas Ibas ini tetap bisa jadi alternatif pilihan utama karena sudah memiliki pengalaman di bidang politik.
  • Adelia Veronika-Selasa, 7 Mei 2013 Laporkan
    walaupun masih banyak saingan, saya yakin Mas Ibas tetap favorit, meskipun sudah mundur dari DPR RI, tetapi program-program yang dijalankan masih terus berlangsung.
  • Iaz-Selasa, 7 Mei 2013 Laporkan
    EGP.
    Bulshit.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas