• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

Keluar Penjara, Semua Napi di Lapas Cianjur Diberi Sertifikat MUI

Jumat, 10 Mei 2013 04:30 WIB
Keluar Penjara, Semua Napi di Lapas Cianjur Diberi Sertifikat MUI
twitter
Sipir di Lapas Kelas II B Cianjur 

TRIBUNNEWS.COM – Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Anak Didik (Binadik) dan Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas II B Cianjur, Mastur, mengatakan Lapas II B Cianjur memang merupakan satu-satunya lapas berbasis pesantren di Indonesia.

"Dasar berdirinya pesantren ini atas keputusan bersama lapas dan MUI membentuk program pembinaan mengenai agama. Program ini juga program utama dari dirjen bahwa lapas harus melakukan program pembinaan," kata Mastur ketika ditemui Tribun Jabar (Tribunnews.com Network) di ruang kerjanya, Kamis (9/5/2013).

Pelaksanaan program ponpes terpadu At Taubah, kata Mastur, dilakukan Senin sampai Kamis dari jam 8 pagi hingga jam 11. Seluruh santri Lapas IIB Cianjur melakukan kegiatan di kelas masing sesuai dengan kelompoknya. Ada BTQ, akhlak, akidah, dan kitab kuning dan metode dakwah.

"Semua penghuni lapas merupakan santri dari ponpres ini. Totalnya ada 848 dan semua diwajibkan untuk mengikuti. Kalau ada yang males akan kami memberikan sanksi tutupan kamar selama sehari. Tapi hukuman itu hanya terjadi pada awal dulu, setelah setahun berjalan, mereka ketagihan karena menilai agama dijadikan sebagai keperluan," kata Mastur.

Dikatakan Mastur, para santri ini juga mendapatkan kesempatan langsung bekerja jika memiliki prestasi selama mengikuti program ponpes. Pasalnya tak hanya ilmu agama saja yang dipelajari. Ada program lainnya, yakni bahasa Ingris dan ilmu perhotelan. Itu merupakan kerjasama antara Lapas II B Cianjur dan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur.

"Alhamdulillah mereka mau memberikan ilmunya dengan sukarela selama setahun atau setara D1 Dan jika berprestasi akan disalurkan ke hotel-hotel dan perkapalan luar negeri yang tergabung dalam organisasi mereka," kata Mastur.

Lebih lanjur, Mastur mengatakan, para narapidana nanti akan mendapatkan sertifikat dari MUI ketika keluar dari penjara nanti. Sertifikat tersebut akan bermanfaat bagi narapidana lantaran akan dibantu MUI yang ada di setiap kecamatan tempat mereka tinggal.

"Semua kegiatan ini program pembinaan lapas tanpa biaya alias secara gratis. Termasuk para pengajar yang totalnya 36 orang. Mereka bekerja sukarela," kata Mastur. (Tribun Jabar/cis)

Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
1767852 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • anton timor-Jumat, 10 Mei 2013 Laporkan
    asalkan program MUI tidak menjurus utk mendidik mereka menjadi teroris.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas