Rabu, 27 Mei 2015
Tribunnews.com

Pos Brimob Haumeni Ana Diserang Oknum TNI

Jumat, 10 Mei 2013 22:50 WIB

Pos Brimob Haumeni Ana Diserang Oknum TNI
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
Ilustrasi Brimob

Laporan Wartawan Pos Kupang, Jumal Hauteas

TRIBUNNEWS.COM, KEFAMENANU--Penyerangan Pos Brigadir Mobil (Brimob) Haumeni Ana oleh belasan oknum TNI dari Yonif Linud 503 Mayangkara Kostrad, Kamis (9/5/2013), sekitar pukul 17.30 Wita berakhir damai. Pihak TNI bersedia memperbaiki semua kaca dan pintu yang rusak akibat terkena lemparan batu.

Proses perdamaian berlangsung Kamis (9/5/2013) malam di Tempat Kejadian Perkara (TKP), disaksikan oleh Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), AKBP Drs. I Gede Mega Suparwitha, M Si, yang langsung terjun bersama anggota Polres TTU ke TKP. Gede ke TKP setelah mendapatkan laporan telah terjadi penyerangan di Pospol Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat.

Pihak Polres TTU juga langsung melakukan pengembalian barang-barang rumah tangga yang sempat ditahan oleh anggota polisi pada Pospol Haumeni Ana sebelumnya, karena diduga akan diselundupkan ke Timor Leste. Barang-barang ini antara lain, 12 dos deterjen dan tiga karung besar berisi gayung dan baskom. Barang-barang ini ditahan aparat kepolisian saat masih berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang oleh masyarakat mengaku hendak menjualnya pada kios milik warga.

Tetapi setelah ditelusuri oleh aparat kepolisian, warga yang membawa barang-barang tersebut tidak memiliki kios di rumah mereka, sehingga barang-barang tersebut ditahan polisi, karena diduga barang-barang ini akan diselundupkan ke wilayah Republik Demokrat Timor Leste (RDTL).

Kepada wartawan, Komandan Pos (Danpos) Brimob Haumeni Ana, Bripka Roberto Alves menuturkan, peristiwa penyerangan Pos Brimob Haumeni Ana, yang sementara dijaga oleh empat anggota Brimob (Bripka Roberto Alves, Bripka Abdon Gati, Briptu Yared Metan, dan Briptu Nyongky), berawal dari adanya pengaduan dari seorang sopir angkutan pedesaan, bernama Marsel yang mengadu ke pihak TNI Yonif Linud 503, bahwa barang-barang bawaannya ditahan pihak Brimob, dan dirinya juga dianiaya. Serta ada penyampaian pesan dari pihak Brimob yang bernada menantang kepada pihak TNI.

Penyerangan ini sendiri terjadi saat Bripka Alves dan tiga anggotanya sedang menanti satu orang anggotanya yang menahan barang-barang masyarakat bersama dengan Danpos Baen, Sertu Ari Wibowo dan Wadan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Linud 503, Mayor (Inf) Triyono, yang mendatangi Pos Brimob Haumeni Ana untuk berkoordinasi terkait adanya laporan warga masyarakat mengenai pesan-pesan anggota Brimob yang bernada menantang kepada pihak TNI.

Halaman12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas