• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribunnews.com

Pos Brimob Haumeni Ana Diserang Oknum TNI

Jumat, 10 Mei 2013 22:50 WIB
Pos Brimob Haumeni Ana Diserang Oknum TNI
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
Ilustrasi Brimob

Laporan Wartawan Pos Kupang, Jumal Hauteas

TRIBUNNEWS.COM, KEFAMENANU--Penyerangan Pos Brigadir Mobil (Brimob) Haumeni Ana oleh belasan oknum TNI dari Yonif Linud 503 Mayangkara Kostrad, Kamis (9/5/2013), sekitar pukul 17.30 Wita berakhir damai. Pihak TNI bersedia memperbaiki semua kaca dan pintu yang rusak akibat terkena lemparan batu.

Proses perdamaian berlangsung Kamis (9/5/2013) malam di Tempat Kejadian Perkara (TKP), disaksikan oleh Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), AKBP Drs. I Gede Mega Suparwitha, M Si, yang langsung terjun bersama anggota Polres TTU ke TKP. Gede ke TKP setelah mendapatkan laporan telah terjadi penyerangan di Pospol Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat.

Pihak Polres TTU juga langsung melakukan pengembalian barang-barang rumah tangga yang sempat ditahan oleh anggota polisi pada Pospol Haumeni Ana sebelumnya, karena diduga akan diselundupkan ke Timor Leste. Barang-barang ini antara lain, 12 dos deterjen dan tiga karung besar berisi gayung dan baskom. Barang-barang ini ditahan aparat kepolisian saat masih berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang oleh masyarakat mengaku hendak menjualnya pada kios milik warga.

Tetapi setelah ditelusuri oleh aparat kepolisian, warga yang membawa barang-barang tersebut tidak memiliki kios di rumah mereka, sehingga barang-barang tersebut ditahan polisi, karena diduga barang-barang ini akan diselundupkan ke wilayah Republik Demokrat Timor Leste (RDTL).

Kepada wartawan, Komandan Pos (Danpos) Brimob Haumeni Ana, Bripka Roberto Alves menuturkan, peristiwa penyerangan Pos Brimob Haumeni Ana, yang sementara dijaga oleh empat anggota Brimob (Bripka Roberto Alves, Bripka Abdon Gati, Briptu Yared Metan, dan Briptu Nyongky), berawal dari adanya pengaduan dari seorang sopir angkutan pedesaan, bernama Marsel yang mengadu ke pihak TNI Yonif Linud 503, bahwa barang-barang bawaannya ditahan pihak Brimob, dan dirinya juga dianiaya. Serta ada penyampaian pesan dari pihak Brimob yang bernada menantang kepada pihak TNI.

Penyerangan ini sendiri terjadi saat Bripka Alves dan tiga anggotanya sedang menanti satu orang anggotanya yang menahan barang-barang masyarakat bersama dengan Danpos Baen, Sertu Ari Wibowo dan Wadan Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Linud 503, Mayor (Inf) Triyono, yang mendatangi Pos Brimob Haumeni Ana untuk berkoordinasi terkait adanya laporan warga masyarakat mengenai pesan-pesan anggota Brimob yang bernada menantang kepada pihak TNI.

"Sebenarnya kami sedang berkoordinasi dengan pihak TNI terkait laporan masyarakat yang mengatakan kami menantang sopir mikrolet melapor ke pihak TNI. Kami dilaporkan menahan barang masyarakat dan memukul sopir, kami juga diadu sopir atas nama Marsel dengan mengatakan kami menantang dia melapor ke anggota TNI dan menunggu kedatangan TNI. Pengaduan tersebut sangat tidak benar. Buktinya kami diserang anggota TNI yang datang mempersenjatai diri lengkap dengan senjata, sangkur dan batu. Sementara kami tidak ada persiapan apapun. Kaget ada yang datang menyerang. Lagi pula ada apa masyarakat yang diduga membawa barang selundupan tertangkap operasi penyelundupan di perbatasan melaporkan panahanan barang bukti ke pihak TNI," jelas Danpos Alves.

Namun saat masih menanti anggota Brimob yang menahan barang-barang masyarakat, datanglah belasan anggota TNI Yonif Linud 503, yang membawa senjata, sangkur, dan batu, dan langsung melakukan pelemparan ke arah Pos Brimob Haumeni Ana, yang mengakibatkan rusaknya sejumlah kaca, dan daun pintu Pos Brimob tersebut.

Peristiwa pelemparan Pos Brimob ini sendiri juga mengakibatkan salah satu anggota Brimob Pos Brimob Haumeni Ana, Bripka Abdon Gati mengalami luka serius pada tulang belakang sebelah kiri, karena terkena serpihan kaca jendela yang pecah akibat terkena lemparan batu.

Wadan Satgas Yonif Linud 503 Mayangkara Kostrad, Mayor (Inf) Triyono, saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya mengatakan tidak ada kejadian apa-apa. Namun dirinya mengaku bersama Kapolres TTU berada di lokasi bersama sejumlah anggota lainnya dan semuanya aman-aman saja.

"Nggak ada kejadian apa-apa, cuma salah paham tentang razia BBM (Bahan Bakar Minyak) oleh anggota pospol dan anggota kita saja. Betul saya di pospol bersama anggota  dan nggak ada apa-apa itu. Kita minum dan makan kue bareng, semua aman- aman saja. Terima kasih," jelasnya.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
1771001 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • anton timor-Jumat, 10 Mei 2013 Laporkan
    warga sipil yg meng provokator dgn tujuan meng adu domba tsb seharusnya di tangkap.kemudian di ekstradisi ke kupang....agar manusia biadab itu kami beri pelajaran.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas