• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Megawati Targetkan Ganjar-Heru Raih 70 Persen Suara

Minggu, 12 Mei 2013 17:02 WIB
Megawati Targetkan Ganjar-Heru Raih 70 Persen Suara
/TRIBUNNNEWS.COM/FX ISMANTO
Megawati Soekarno Putri

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) mengumpulkan ribuan pendukungnya dalam kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah di Lapangan Desa Cangkol, Mojolaban, Sukoharjo, Minggu (12/5/2013) siang.

Sekitar 20 ribu pendukung pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jateng dari PDIP, Ganjar Pranowo- Heru Sudjatmoko itu sudah mulai berkumpul sejak pagi.

Kampanye terbuka tersebut dihadiri sejumlah tokoh partai berlambang banteng moncong putih itu, diantaranya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Pasangan Ganjar-Heru yang bergantian menyampaikan orasinya. Dalam orasinya, Megawati meminta agar seluruh kadernya bersikap santun dan menjaga tata krama selama menjalani masa kampanye hingga penyelenggaraan Pilgub Jateng.

Dia juga meminta suara PDIP di Jateng tetap solid sehingga bisa memenangi Pilgub Jateng. Mega bahkan menantang tim Ganjar-Heru agar mampu meraih target 70 persen suara dalam Pilgub Jateng.

"Perolehan suaranya harus tinggi. Saya tantang kader untuk mencapai target suara 70 persen," katanya.

Angka 70 persen bagi Mega memiliki arti tersendiri. Angka tujuh atau dalam bahasa Jawa, pitu menurut dia bermakna pitulungan atau pertolongan. Dia berharap pasangan Ganjar-Heru mendapat pertolongan dari Tuhan sehingga bisa memenangi Pilgub Jateng.

"Semoga Tuhan memberi barokah supaya rakyat Jawa Tengah mendapatkan gubernur baru, yang muda dan pintar. Ganjar-Heru," katanya.

Selain itu putri Proklamator Ir Soekarno itu juga meminta kader dan simpatisan PDIP Jateng untuk mejalankan politik santun. Menurut dia saat ini sudah bukan lagi zamannya perhelatan politik diwarnai dengan tindakan intimidasi dan kekerasan. Mega secara tegas menyebut pelaku kekerasan dan intimidasi sebagai tindakan kampungan.

"Wis ora usum meneh kekerasan (Sudah tidak zamannya lagi kekerasan). Ulah kampungan itu," seru Mega di depan massa PDIP.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas