• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Pembangunan PLTU di Jawa Tengah Dapat Dukungan

Minggu, 12 Mei 2013 18:04 WIB
Pembangunan PLTU di Jawa Tengah Dapat Dukungan
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Pemerintah mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng). Dengan argumentasi, kebutuhan listrik dari tahun ke tahun makin besar seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Peningkatan kebutuhan tenaga energi sekitar delapan persen hingga sembilan persen per tahun," kata Deputy Menko Bidang Koordinas Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Luky Eko di Jakarta, Minggu (12/5).

Dijelaskan, Indonesia membutuhkan energi lisitrik untuk membantu kemajuan ekonomi yang terus terjadi pada berbagai industri. Seperti, rumah tangga, pendidikan, serta bisnis masyarakat modern.

"Kami optimis pemerintah telah memperhitungkan pembangunan PLTU di Kabupaten Batang, akan dilakukan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang besar, imbuhnya, pilihan utama adalah memanfaatkan penggunaan batu bara yang saat ini banyak diekspor. "Sementara pemanfaatan batubara saat ini belum optimal karena belum memberikan nilai tambah dalam upaya memenuhi. Kebutuhan tenaga listrik sehingga dapat mengurangi subsidi terhadap bahan bakar minyak (BBM)," kata Eko.

Pemerintah, katanya lagi, dalam hal melibatkan pihak swasta asing dan lokal seperti J. Power, Itochu, dan Adaro dengan investasi sebesar 4 miliar dolar AS sedangkan pelaksana tender adalah PT Bimasena Power Indonesia.

"Dari dana sebesar itu, J Power mengeluarkan dana sebesar 34 persen. Kemudian, Itochu 32 persen dan Adaro 34 persen yang menunjukkan bahwa kerja sama pemerintah dengan swasta (KPS) sangat penting," Eko menjelaskan.

Kalau tidak direalisasikan, sambungnya lagi, ada beberapa konsekuensi yang akan dihadapinya nanti. Kebutuhan listrik didalam negeri sudah ada programnya. Misalnya Eko menjelaskan, tahun ini harus terproduksi sekian MW. Oleh karena itu harus ada persiapan untuk memenuhi permintaan yang meningkat dari tahun ke tahun. "Kita harus bisa mengimbangi percepatan ekonomi yang pasti membutuhkan energi besar," katanya.

Dikatakan, pembangunan PLTU tersebut kemungkinan pada awal tahun depan. Karena pembebasan sertifikasi tanah harus segera diselesaikan mungkin sekitar enam bulan hingga satu tahun. "PLTU tersebut akan dibangun di lahan 226 hektare yang saat ini 186 hektare lahan yang sudah dibebaskan," pungkasnya.

Editor: Rachmat Hidayat
0 KOMENTAR
1775872 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas