• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 31 Agustus 2014
Tribunnews.com

Bos Pengobatan Alternatif Sekeluarga Tewas Dibantai

Senin, 13 Mei 2013 02:52 WIB
Bos Pengobatan Alternatif Sekeluarga Tewas Dibantai
net

TRIBUNNEWS.COM, DELI SERDANG - Patar Ginting (50), bos pengobatan alternatif beserta istrinya, Handayani (45), dan putrinya, Aisyah (7) tewas dibunuh kawanan perampok di kediamannya, Jl Djamin Ginting, Dusun 2 Pondok Tengah, kecamatan Namorambe, Deliserdang, Minggu (12/5/2013) dini hari.

Almarhum Patar adalah pemilik Pengobatan Refleksi Medan Namurambe, yang kliniknya persis di samping rumahnya.

Pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang menggunakan dua mobil. Usai menghabisi korban sekeluarga, pelaku kabur membawa kotak infaq yang diperkirakan berisi Rp 5 jutaan dan sejumlah perhiasan milik korban. Kotak infaq tersebut berisi uang yang diberikan pasien-pasien Patar. Klinik pengobatan alternatif milik korban punya alamat di facebook.  

Permbunuhan disertai perkosaan ini tergolong sadis. Kondisi ketiga korban sangat mengenaskan, semuanya kondisi leher digorok. Jenazah Patar ditemukan terduduk di teras rumah dengan luka di bagian kepala dan leher digorok. Jasad sang anak yang masih duduk di kelas satu SD ditemukan tak bernyawa di ruang tamu rumah juga ditemukan dengan kondisi leher digorok.

Jenazah istri korban ditemukan dalam keadaan telanjang di kamar mandi dengan luka di leher. Diduga sebelum dibunuh, istri korban sempat diperkosa pelaku.

Pasti Beru Barus, kerabat dan tetangga korban, yang tinggal di belakang rumah Patar, sedih tidak bisa membantu saat istri Patar menjerit.  ''Maaf gak bisa kau kutolong," ujar Pasti meratap sedih saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu.
 
 Mengenakan sarung dan brukat merah pudar, sembari terisak, Pasti bercerita mendengar suara pintu terbanting dan suara jeritan selama dua kali dari rumah Patar, sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah itu tidak mendengar suara apa pun lagi.

"Aku dengar bunyi bruk trus, Handayani menjerit dua kali," ujarnya sambil meneteskan air mata.

Mendengar suara tersebut, dia terbangun. Namun lampu rumahnya mati. Sembari bertanya-tanya, dia mencoba menghidupkan lampu. Dia melihat lampu di rumah Patar mati dan melihat bayangan manusia di pohon mangga, di belakang rumah korban.
"Kami dilemparinya. Kami mau lari ke samping rumah kayak ada orang. Kami lari ke arah jalan, kayak ada orang. Jadi kami sembunyi di semak-semak," ujar Pasti sembari terkenang akan peristiwa memilukan tersebut.

Perempuan bertubuh kurus yang berprofesi sebagai petani ini  mengatakan karena takut dia dan anaknya Peristiwa Ginting memutuskan untuk bersembunyi selama peristiwa mengenaskan tersebut terjadi.

Pasti mengatakan tidak mengetahui jumlah pelaku pembunuh Patar. Namun dia mencurigai pelaku menggunakan dua mobil.
"Tak tau aku naik motor (mobil, red) apa orang itu," ujarnya menangis sembari ditenangkan oleh sanak-saudaranya.
Menurut ibu enam anak ini, satu mobil dengan lampu yang menyala bersiap menunggu di depan rumah Patar. Berselang satu jam kemudian satu mobil lagi datang ke rumah korban. "Motor yang nunggu lampunya terang kali, tapi kami takut keluar dari tempat sembunyi," ujar Pasti.

Setelah matahari terbit, sambil dihantui rasa takut ibu dan anak ini memberanikan diri untuk keluar dari tempat persembunyian dan meminta pertolongan.  "Setelah banyak orang datang, aku lihat Patar duduk di kursi depan sudah meninggal aku tak berani masuk," ujarnya.

Pasti mengaku terakhir kali melihat Patar beserta istri dan anaknya saat mereka pulang dari bepergian, Sabtu sekitar pukul 22.00.
"Biasanya kalau Sabtu sering orang itu jalan-jalan. Perginya kira-kira habis magrib," ujar Pasti.

Kapolres Deliserdang, AKBP Dicky Patria Negara memperkirakan para pelaku diperkirakan lebih dari dua orang beraksi setelah mematikan breaker listrik rumah korban. Selain itu pelaku diperkirakan sangat mengenal korban. "Begitu korban keluar untuk mengecek lampu, langsung membantainya. Setelah berhasil melumpuhkan suami, pelaku langsung masuk ke dalam rumah," kata Dicky.

Dicky mengatakan di dalam rumah, pelaku kemudian membantai istri dan anak korban. Setelah itu pelaku membawa kabur uang jutaan rupiah yang tersimpan di kotak infaq dan sejumlah perhiasan milik korban.

Ia mengatakan mengungkap kasus ini, pihak kepolisian juga turut melibatkan dua ekor anjing pelacak. Nurmaya Ginting, kakak kandung Patar di lokasi kejadian  mengungkapkan adik sehari-hari bekerja sebagai ahli  pengobatan alternatif.
Menurutnya, Patar dikenal sebagai orang yang baik dan tidak memiliki musuh.

Pihak keluarga hanya berharap pihak kepolisian segera mengungkap kasus perampokan yang mengakibatkan sang adik dan keluarga tewas mengenaskan.

Setelah tim gabungan Polda Sumut dan Polres Deliserdang melakukan Olah TKP, ketiga jenazah dievakuasi ke RSUD Pirngadi Medan untuk diautopsi. Saat jenazah diberangkatkan ke rumah sakit, isak tangis kerabat korban  kembali pecah.

Setelah kejadian, kediaman Patar Namorambe mendadak disesaki ratusan warga sekitar setelah mendapat kabar tewasnya pemilik rumah beserta sang istri dan anaknya Aisyah yang masih duduk di kelas satu SD.(cr3/cr4)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1776792 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas