Delegasi Kutai Timur Tertahan Enam Jam di Changi Airport

Senin, 13 Mei 2013 11:30 WIB

Delegasi Kutai Timur Tertahan Enam Jam di Changi Airport
Tribun Kaltim/Kholish Chered
Proses pemeriksaan di Changi Airport, Minggu (12/5/2013) 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Kholish Chered dari Singapura

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Maksud baik ternyata tidak selamanya berjalan mulus. Termasuk rencana Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memberikan cinderamata khas Kaltim kepada para hakim tribunal dalam sidang arbitrase di International Center for Settlement of Investment Disputes (ICSID) Singapura.

Rencana ini terganjal proses pemeriksaan di Changi Airport, Minggu (12/5/2013), yang baru saja dikukuhkan sebagai bandara terbaik di dunia tahun 2013. Pasalnya, cinderamata khas Dayak yang dibawa rombongan, termasuk dua orang tokoh Dayak Kaltim, harus memiliki izin khusus.

Rombongan memang membawa secara khusus lima buah mandau dan satu buah kerajinan kulit kucing pohon yang telah disamak. Fatalnya, barang-barang ini harus memiliki perizinan khusus. Baik melalui kepolisian Singapura, maupun Badan Perlindungan Satwa Liar Singapura.

Awalnya, barang-barang tersebut berada dalam bagasi. Setibanya di Changi dan dilakukan pemeriksaan sebelum pintu keluar, ternyata petugas meminta barang-barang tersebut dibuka. Alangkah terkejutnya mereka melihat mandau panjang, sesuatu yang relatif biasa di Kalimantan.

Melihat hal tersebut, petugas Immigration and Checkpoints Authority (ICA) kemudian meminta perwakilan rombongan untuk dimintai keterangan di ICA Baggage Office. Pelaksana Tugas Kabag Hukum Setkab Kutim, Nora Ramadhani, yang kemudian memberikan penjelasan.

Namun tak diduga, durasi pemeriksaan begitu panjang. Dimulai dari pukul 13.00 hingga sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Dua petugas ICA, Rahmad bin Saleh Udin dan Ibrahim Husain melakukan pemeriksaan mendalam.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Kaltim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help