Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Pelajar SMP di Blitar Diperkosa Tukang Gergaji

Senin, 13 Mei 2013 17:04 WIB

Pelajar SMP di Blitar Diperkosa Tukang Gergaji
Ilustrasi Serahkan Tugas Sekolah, Siswi Diperkosa Guru

Laporan Wartawan Surya,Imam Taufiq

TRIBUNNEWS.COM, BLITAR - Gara-gara kena rayuan maut pria yang baru dikenalnya, Menik (14), bukan nama sebenarnya, harus kehilangan keperawanannya.

Pelajar kelas 2 SMP ini diperkosa tiga kali di tempar parkir sebuah tempat ibadah yang ada di desanya.

Buntut kasus ini, Senin (13/5) siang pukul 11.00 WIB, pelakunya Harianto (19), warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang itu ditangkap di tempat kerjanya, sebagai tukang
gergaji kayu di Desa Sleman, Kecamatan Udan Awu.

Saat ini, pelaku masih diperiksa di Polres Blitar Kota.

"Pelaku sempat melarikan diri tiga hari setelah kasusnya terungkap dan dilaporkan orangtua korban.

Pelaku juga sempat pulang. Namun, dicari di rumahnya,
anggota tak menemukan. Nggak tahunya, sudah pindah kerja," kata AKP Slamet Riyadi SH, Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, Senin (13/5/2013).

Dalam kasus ini, papar Slamet, pelaku diancam UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Terkait kasus ini, petugas
menyita celana dalam korban berwarna putih, celana 3/4 dan pakaiannya.

Kasus ini bermula dari perkenalan korban dan pelaku tiga bulan lalu. Mereka berkenalan karena rumah kontrakan pelaku bertetangga dengan rumah korban, di Desa Sumber Asri,
Kecamatan Nglegok.

Awalnya, setiap korban pulang sekolah digoda pelaku. Akhirnya mereka jadi perkenalan dan kian akrab karena sering sms-san.

Berikutnya, mereka pacaran dan sering diajak jalan-jalan ke Kota Blitar, seperti makan bakso.

Setelah berpacaran, pelaku sering mengajak pertemuan malam hari. Dasar korban masih lugu sehingga menurut saja. Berawal dari sering pertemuan malam itu, akhirnya pelaku
memaksa korban berhubungan intim.

Informasinya, pelaku sudah menggagahi korban
tiga kali.

Yang pertama terjadi awal April. Namun, saat kembali menggagahi korban yang ketiga kalinya, 5 Mei kemarin, ibunya mengetahui.

Itu berawal dari ibu korban, Smt (44), terbangun pukul 03.30 WIB.

Saat bangun itu, ia mengecek anaknya namun tak ada di kamarnya.

Karuan, ia kaget karena sudah hampir pagi, anaknya kok nggak ada. Maka, dicarilah ke belakang karena dikira ke kamar mandi.

Di kamar mandi, korban juga tak ditemukan. Tanpa sengaja, tatkala mengecek pintu belakang rumahnya, ternyata belum terkunci.

Karuan, ibunya curiga dan mencari ke sekitar rumahnya. Dalam kondisi gelap itu, ia melihat ada dua orang, yang tak lain anak gadisnya dan pelaku, sedang duduk berduaan di parkiran atau di belakang sebuah tempat ibadah, yang dekat rumahnya.

Tahu anaknya berduaan dengan pelaku, ibunya langsung marah dan mengajaknya pulang.

Termasuk, pelaku juga diajak dan langsung diintrogasi. Yang ditanya pertama kali anaknya dan mengaku kalau sudah tiga kali dipaksa melayani nafsu bejat pelaku.

Itu juga dibenarkan pelaku.

Tak terima anaknya diperlakukan tak senonoh, ibu korban melapor ke Polres Blitar Kota, Sabtu (11/5). Namun, baru dua hari kemudian, Senin (13/5), pelaku tertangkap.

"Ia baru ditangkap dan sedang diperiksa sehingga kami belum detail mengenai pengakuannya seperti apa," pungkasnya.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas