Jumat, 19 Desember 2014
Tribunnews.com

Satu Terduga Teroris di Solo Terkait Jaringan Bandung

Selasa, 14 Mei 2013 16:13 WIB

Satu Terduga Teroris di Solo Terkait Jaringan Bandung
TRIBUN LAMPUNG/Perdiansyah
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror melanjutkan pengejaran terduga teroris di Lampung. dua rumah kontrakan di Tanjung Seneng, Bandar Lampung, digerebek, Jumat (10/5/2013) pukul 14.30 WIB.Tujuh anggota Densus 88 bersenjata laras panjang dengan didampingi aparat Kepolisian Resor Bandar Lampung, menggerebek rumah kontrakan di Gang Damai dan Jalan Pulau Sari Perumahan Way Kandis Bandar Lampung, menurut pantauan dari lokasi penggerebekan tim Densus mengamankan satu buah kardus. (TRIBUN LAMPUNG/Perdiansyah) 

Istri Terduga Teroris: "Keseharian Suami Saya Terapi Bekam"

TRIBUNNEWS.COM SOLO,  — Aparat Kepolisian Polres Surakarta membenarkan sudah menangkap SPU (35), warga Dipotrunan RT 4/ RW 11/ Tipes, Serengan, Solo, di Jalan Sadewa, Solo, Selasa (14/5/20130). SPU ditangkap sesaat setelah mengantar anaknya ke sekolah pagi tadi.

Lelaki itu diduga terkait jaringan teroris kelompok Badri. Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolresta Surakarta Kombes (Pol) Asdjimain saat dihubungi Kompas.com.

"Saya hanya bisa menyampaikan bahwa memang benar sudah ada penangkapan oleh Densus 88 Antiteror dari Mabes Polri terhadap SPU, dan diduga tersangka terkait jaringan Badri yang ditangkap di Bandung beberapa waktu lalu. Untuk selebihnya, biar Mabes Polri yang menjelaskan detailnya," kata Asdjimain.

Asdjimain menolak untuk memberikan keterangan lebih jauh tentang keberadaan SPU dan apakah masih ada target Densus 88 di Kota Solo. "SPU terkait jaringan teroris Bandung yang ditangkap di Kendal dan Kebumen beberapa waktu lalu," kata dia lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, SPU disergap petugas sesaat setelah mengantar putri sulungnya ke sekolah. Ketika melintas di Jalan Sadewa, Serengan, Solo, Densus menghentikan kendaraan SPU yang sedang dipakai berboncengan dengan putra bungsunya. Keduanya dibawa masuk ke mobil dan dibawa ke Mapolres Surakarta.

Setelah beberapa saat, putri SPU langsung diantar pulang ke rumah dan diserahkan kepada keluarga. Hingga saat ini, istri SPU mengaku masih syok mengetahui suaminya ditangkap polisi.

Sang istri mengaku hanya mengetahui SPU sebagai jemaah masjid dan tidak pernah bergabung dengan kelompok radikal. Wanita yang menikah dengan SPU sejak tahun 2004 itu hanya mengetahui suaminya bekerja sebagai ahli terapis bekam.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas