Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Bodyguard Cantik Kawal Calon Wakil Wali Kota Bandung

Rabu, 15 Mei 2013 02:41 WIB

Bodyguard Cantik Kawal Calon Wakil Wali Kota Bandung
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dicky Fadiar Djuhud

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG -- MENDENGAR nama pengawal, atau bahasa kerennya bodyguard, kesan yang menempel di benak kita adalah wajah sangar dan dingin, tubuh berotot, atletis, tinggi besar, jago beladiri, siap pasang badan jika bahaya datang mengancam orang yang lagi dijaganya, dan tentu saja laki-laki.

Sederhananya, seperti pengawal macho dalam film fenomenal yang dibintangi Kevin Costner dan Whitney Houston beberapa tahun lalu, The Bodyguard.

Tapi, apa yang terbayang dalam benak Anda bila pengawal itu itu wanita? Bodyguard yang dimaksud adalah empat anggota kepolisian yang siap menjaga selama 24 jam atau sehari semalam terhadap seorang calon wakil wali kota Bandung 2013-2018, Nani Suryani.

Keempat pengawal dari kepolisian ini sangatlah jauh dari kesan memiliki body berotot dan berwajah sangar. Selain berwajah ayu dan cantik, mereka memiliki tubuh tinggi semampai. Selintas, bila tengah bertugas mengawal dan berbaur dengan massa, tak akan terlihat bahwa keempat wanita ini adalah para pengawal.

Selain sudah dibekali beladiri yang mumpuni dan senjata laras pendek yang siaga menjaga hal- hal yang tidak diinginkan terhadap orang yang dijaga, keempat pengawal wanita cantik ini murah senyum.

"Ini pengalaman pertama kami. Berbeda memang dengan pengawalan-pengawalan yang biasanya kami lakukan sebagai anggota kepolisian. Terutama, ya kami digembleng lagi seperti halnya dalam attitude, tidak boleh terlalu kaku, memahami sekaligus bisa menjadi jembatan yang kami kawal. Termasuk selalu pasang wajah ramah kepada semua orang," ujar Brigadir Polisi Dewi Sri Mulyani mewakili ketiga temannya saat ditemui di Mapolrestabes Bandung.

Menjadi pengawal salah seorang calon wakil pemimpin di Kota Bandung bukan hal yang mudah bagi Dewi dan ketiga temannya, Brigadir Polisi Desi Susilowati, Brigadir Polisi Srie Risnawati, dan Briptu Siti Suminar. Sebelumnya, mereka harus berjuang bersama puluhan anggota lainnya untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik di wilayah hukum Polrestabes Bandung agar terpilih jadi pengawal ini.

Akhir Maret lalu, 90 personel polisi, delapan orang di antaranya perempuan, di jajaran Polrestabes Bandung mengeluarkan kemampuannya untuk mengikuti seleksi menjadi pengawal calon wali kota dan wakil wali kota Bandung pada pemilihan walikota (pilwalkot) Bandung.

Dari jumlah itu, hanya dipilih 64 orang untuk mengawal delapan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandung. Setiap pasangan akan dikawal oleh delapan personel, masing-masing calon wali kota serta wakil wali kota dikawal empat orang pengawal.

Menurut Srie, sejak terpilih pada seleksi pengawal, mereka langsung mengikuti jadwal latihan para pengawal yang dimulai Sabtu (20/4) di Mapolrestabes Bandung. Materi yang diberikan kepada para pengawal tersebut berupa materi bela diri.

Kamis (25/4), para pengawal diberi materi etika dengan bahasan tutur kata dan sopan santun, serta materi pengamanan VIP. Berikutnya, Kamis (2/5), para pengawal memasuki materi latihan menembak di Rindam III Siliwangi. "Yang ikut seleksi satgasus (satuan petugas khusus) ini pangkatnya mulai briptu hingga aipda. Latar belakangnya dari semua unit. Saya dari Satlantas Polrestabes, Desi dari Sie Um Polsek Astanaanyar, Dewi dari Satlantas Polrestabes, dan Siti dari Min Reskrim Polsek Arcamanik," kata Srie.

Saat ditemui Tribun, keempat pengawal cantik ini belum bisa membayangkan kesan pertama mereka mengawal orang penting. Terlebih, orang yang dikawalnya adalah masuk kategori VIP, salah seorang calon pemimpin di Kota Bandung. Hal tersebut sempat membuat keempat pengawal cantik ini deg-degan.

Tak ada seorang pun di antara keempat pengawal cantik ini pernah bermimpi mengawal seseorang di momen seperti halnya pilwalkot. Sebaliknya, merupakan kebanggaan sekaligus kenangan yang tak akan terlupakan bagi Desi, Dewi, Srie, dan Siti.
"Ya, enggak bisa dibilang dengan kata-kata. Kan kalau mengawal misalnya, ibu pejabat, tamu, atau yang lainnya, biasa lah. Tapi, kalau di momen seperti pilwalkot ya bangga, menegangka. Kitanya harus lebih baik lagi karena ini kan masuknya VIP gitu," kata Siti.

Para pengawal cantik ini baru bertugas setelah Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung menetapkan pasangan calon. Tugas berat mulai kampanye, pengamanan tempat pemungutan suara, penghitungan ulang suara, hingga pelantikan, menanti mereka.

Setelah itu, tugas mereka pun selesai. Bagi yang beruntung, para pengawal cantik ini tak menutup kemungkinan akan ditarik kembali oleh yang bersangkutan untuk dijadikan ajudan jika terpilih nanti guna membantu tugas-tugasnya sebagai wakil wali kota Bandung. (*)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas