• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribunnews.com

Diduga Selingkuh Sekda Aceh Timur Didemo Mahasiswa

Rabu, 15 Mei 2013 11:29 WIB
Diduga Selingkuh Sekda Aceh Timur Didemo Mahasiswa
Serambi Indonesia/Nasruddin
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa (AMAT), melakukan demo ke Pendapa Bupati Aceh Timur di Idi Rayeuk, Selasa (14/5/2013). Mereka menuntut agar Sekretaris Daerah (Sekda) Bahrumsyah, dicopot dari jabatannya karena diduga selingkuh. 

TRIBUNNEWS.COM, IDI - Isu selingkuh menerpa seorang pejabat publik Aceh Timur, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Bahrumsyah. Isu yang sudah menjadi pembicaraan hangat di masyarakat itu disikapi oleh Aliansi Mahasiswa Aceh Timur (AMAT) dengan aksi demo menuntut agar sekda dicopot dari jabatannya.

Demo mahasiswa yang menamakan diri AMAT berlangsung Selasa (14/5/2013) dengan tuntutan utama agar Sekda Aceh Timur, Drs Bahrumsyah dicopot dari jabatannya.

Menurut versi mahasiswa, Sekda Bahrumsyah terlibat selingkuh dengan perempuan berinisial MA alias T (28) yang bekerja sebagai tenaga honorer di Setdakab Aceh Timur.

"Sekda diduga berselingkuh dengan MA alias T yang masih berstatus istri orang. Prilaku yang tidak bisa ditolerir itu ketahuan pada periode Februari hingga Maret 2013," teriak Bustami selaku koordinator lapangan pada aksi demo tersebut.

Rombongan mahasiswa berjumlah belasan orang itu datang dengan menggunakan mobil dan turun di Simpang Tiga kemudian menuju Jalan Kuala Idi Rayeuk. Selanjutnya, mereka ke pendapa Idi Rayeuk sambil mengusung poster dan spanduk yang intinya menuntut agar Sekda Aceh Timur dicopot dari jabatannya. Aksi itu mendapat perhatian masyarakat.

Perjalanan mahasiswa menuju pendapa bupati terhenti di pintu pagar karena dihadang oleh Satpol PP. Akhirnya, di depan pintu yang tertutup itulah mahasiswa berorasi menyampaikan uneg-uneg mereka.

Setelah satu jam lebih berorasi, tidak satupun pagawai pemerintahan yang menjumpai pendemo, sehingga situasi berubah panas. Mahasiswa pun berusaha menerobos sambil menggoyang-goyang pintu pagar pendapa yang berada satu kompleks dengan sekretariat daerah tersebut.

"Kami adalah mahasiswa Aceh Timur, bukan musuh pemerintah. Kami ingin menjumpai bupati/wakil bupati untuk menyampaikan dan memberitahukan bahwa sekda terlibat perselingkuhan. Untuk apa sekda mendengungkan-dengungkan syariat Islam kalau ia sendiri berselingkuh. Ini bukan Medan, ini Aceh Timur hai Bahrumsyah. Jika suara kami tak direspons, kami akan membawa massa yang lebih besar," teriak pendemo.

Di tengah suasana yang semakin memanas itu, Kasat Bimas Polres Aceh Timur, AKP Mukhtar Ibrahim berupaya menenangkan mahasiswa.

"Kalian adik-adik mahasiswa merupakan harapan bangsa, tolong kalau menyampaikan aspirasi dengan tertib dan tidak menjurus anarkis. Mahasiswa adalah kalangan intelektual, jadi tolong sekali lagi, sampaikanlah orasi kalian dengan tertib dan baik," tandas AKP Mukhtar disambut sikap melunak mahasiswa.

Aksi demo itu berakhir bersamaan dengan terdengarnya pengajian jelang azan zuhur dari Masjid Darussalihin Idi Rayeuk.(na)

Editor: Dewi Agustina
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1787152 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas