• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Tribunnews.com

Larang Penguatan Tanggul, Empat Korban Lumpur Lapindo Diamankan

Rabu, 15 Mei 2013 17:42 WIB
Larang Penguatan Tanggul, Empat Korban Lumpur Lapindo Diamankan
Tanggul Lapindo

TRIBUNNEWW.COM , SIDOARJO – Sejumlah korban lumpur Lapindo berunjuk rasa di tanggul lumpur titik 22 Desa Jatirejo, Rabu (15/4/2013), menentang kegiatan Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang hendak memperkuat tanggul.

Aksi mereka mendapat perlawanan dari pihak kepolisian yang menjaga tanggul, Rabu (15/4/2013).

Empat warga yang terlibat demo diamankan dan dibawa ke Polres Sidoarjo untuk dimintai keterangan.

Mereka dianggap berusaha menghalang-halangi mesin eskavator yang menaikkan lumpur ke bibir tanggul untuk aliran lumpur.

Keempat warga masing-masing Budi, Agus, Husni Thamrin dan Suwono langsung digelandang polisi.

Warga nekat berbuat seperti itu karena BPLS dinilai mengingkari janjinya untuk tidak melakukan aktifitas sebelum adanya pelunasan ganti rugi. Pasalnya, selama ini korban yang ada di wilayah  peta area terdampak belum dibayar lunas oleh Lapindo Brantas Inc.

“BPLS mengingkari janjinya, kami tidak terima dengan perlakukan ini, kami bukan teroris kenapa 4 warga kami ditangkap” kata Nur Ali salah satu korban lumpur.

Melihat temannya diamankan polisi, korban lumpur yang sudah emosi berusaha menjebol tanggul yang beberapa waktu lalu ditutup petugas. Namun aksi itu berhasil dicegah petugas yang ada di lokasi.

Melihat kondisi yang demikian, Polres Sidoarjo yang sudah mengurangi jumlah personel untuk pengamanan tanggul langsung bergerak.

Sekitar 100 petugas berjaga di titik 22 untuk mengawasi eskavator yang tengah menaikkan lumpur untuk penguatan tanggul.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1788921 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas