Kamis, 18 Desember 2014
Tribunnews.com

Leher Suparti Ditodong Celurit Perampok

Rabu, 15 Mei 2013 09:59 WIB

Leher Suparti Ditodong Celurit Perampok
net
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Obed Doni Ardiyanto

TRIBUNNEWS.COM, KLATEN - Perampokan dialami keluarga Suraji, warga Dukuh Soko, RT 05/03, Desa Soko, Kecamatan Karangdowo, sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (15/5/2013).

Para pelaku diperkirakan telah membawa berbagai macam barang-barang berharga termasuk surat-surat penting dalam melakukan aksinya. Jumlah pelaku diduga sebanyak tujuh sampai sembilan orang, dengan menggunakan mobil.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Tribun Jogja (Tribunnews.com Network) di tempat kejadian perkara, di rumah korban, para pelaku menciderai dua orang, istri Suraji, Suparti (44), dan penjaga rumah yang masih keluarga, Dwi Raharjo (60). Dwi mengalami luka bacok di telapak tangan dan mendapat jahitan, serta lebam-lebam di muka. Sedangkan Suparti mendapatkan pukulan dari salah satu pelaku di bagiam mata kirinya.

"Saya dirampok. Saat itu saya sedang tidur, tiba-tiba ada yang membangunkan saya. Leher saya sudah ditodong dengan celurit. Mereka cuma minta uang-uang terus, sambil menodongkan senjata tajam. Macam-macam senjatanya, ada yang seperti parang, pedang, dan celurit. Beberapa pelaku menggunakan cadar. Tapi ada yang tidak, namun saya tidak sempat memperhatikannya karena saya berusaha melindungi anak saya yang masih kecil yang tidur bersama saya (Yahya, 3 tahun)," tutur Suparti, kepada Tribun Jogja, di Klaten, Rabu (15/5/2013).

Di dalam rumah tersebut terdapat enam orang. Selain Suparti, Yahya, dan Dwi yang tidur di teras rumah, juga ada Valentina (20) dan Okta (15), yang merupakan putra-putri pasangan Suraji dan Suparti, serta Parto Dimejo (87), ibu dari Suraji dan Suparti. Sedangkan Suraji sedang pergi ke Singapura selama tiga hari ini. Setelah mendapatkan barang-barang berharga yang mereka inginkan, mereka kemudian membungkam mulut penghuni rumah dengan lakban hitam dan mengikat kaki dan tangan mereka, di kamar mereka masing-masing.

"Pelaku sebenarnya sudah mendapatkan kunci mobil CRV yang diparkir di teras. Namun terburu-buru ada patroli mobil polisi dari polsek setempat. Sehingga pelaku kemudian kabur. Kata Pak Dwi (penjaga rumah), mereka kabur lewat dinding pagar depan samping, kemudian mengarah ke atap tetangga," jelas Valentina.

Kerugian keluarga tersebut diperkirakan hingga ratusan juta rupiah. Barang-barang yang diambil pelaku perampokan antara lain, emas batang dua biji, lima buah hape merk terkenal, uang tunai Rp 16 juta, tiga jam tangan merk terkenal, kontak mobil CRV, uang dolar, uang Singapura, dan kalung emas.

Polres Klaten dan Polsek Karangdowo telah berada di TKP. Mereka melakukan olah TKP.

"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini," ucap KBO Satreskrim Polres Klaten, Iptu Danang Eko P. (Oda)

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jogja

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas