Minggu, 26 April 2015
Tribunnews.com

Massa Tuntut Kejelasan Penanganan Kasus Korupsi Nias Selatan

Rabu, 15 Mei 2013 13:01 WIB

Massa Tuntut Kejelasan Penanganan Kasus Korupsi Nias Selatan
dok
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan Azmi Silalahi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Seratusan massa dari Koalisi Mahasiswa Indonesia Raya (KMIR) dan Pemuda Pancasila (PP), terlibat aksi dorong pagar dengan petugas kepolisian yang berjaga di gerbang utama kantor Kejati Sumut, Rabu (15/5/2013). Massa berontak, karena merasa apa yang mereka tuntutkan kepada institusi Kejati Sumut, tak digubris dengan serius.

Massa dalam aksinya meminta Kejati Sumut menuntaskan kasus korupsi di Nias Selatan (Nisel), yang dianggap massa melibatkan beberapa pejabat seperti Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Nisel. Hingga saat ini, menurut massa pejabat-pejabat tersebut belum ada yang tersentuh hukum.

"Praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Nisel semakin leluasa. Kejati Sumut harusnya menangkap pejabat-pejabat yang korup ini. Tetapi buktinya sampai sekarang masih dibiarkan saja," ujar Koordinator Aksi Krisman Farasi, yang diikuti teriakan mendukung oleh rekan-rekannya.

Dia mengatakan, dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Nisel, diantaranya korupsi pengadaan lahan balai benih induk di Nisel dengan anggaran Rp 11,3 miliar. Ada pula dugaan korupsi pengadaan tanah RSUD Nisel, dengan anggaran Rp 15 miliar, serta pembangunan kantor Bupati Nisel dengan anggaran Rp 21 miliar.

"Untuk dan dengan alasan temuan-temuan itu kami meminta agar institusi penegak hukum Kejati Sumut menangkap pejabat-pejabat Nisel yang korup tersebut. Sampai sekarang belum ada yang ditangkap, ini merupakan bukti lemahnya Kejati Sumut untuk mengusut kasus korupsi di Nisel," kata Krisman.

Massa kian tak terkendali manakala dalam orasinya pihak Kejati Sumut belum juga menemui mereka. Aksi dorong dengan polisi untuk memaksa masuk ke gedung Kejati Sumut terus terjadi. Melihat kejadian tersebut, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut Yuspar pun akhirnya bersedia menemui demonstran. Namun kehadiran Yuspar tak disambut baik.

Halaman12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Medan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas