Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Pukuli Pengunjung Karaoke, Kades Jombang Ditahan di Kediri

Rabu, 15 Mei 2013 16:49 WIB

Pukuli Pengunjung Karaoke, Kades Jombang Ditahan di Kediri
Net
Ilustrasi

Laporan Wartawan Surya, Sutono

TRIBUNNEWS.COM,JOMBANG - Asosiasi Kepala Desa dan Perangkat (AKDP) Jombang memastikan akan memberikan advokasi atas Sujihartono alias Lahab (38), Kades Purisemanding Kecamatan Plandaan, Jombang, yang ditahan Polres Kediri akibat disangka menganiaya pengunjung karaoke.
    
"Memang benar, Kades Purisemanding ditahan di Polres Kediri. Kami sudah melakukan koordinasi guna melakukan advokasi," kata Ketua AKDP Jombang, Hasan, Rabu (15/5/2013).
    
Hasan mengungkapkan, sejak tertangkapnya Lahab karena kasus pengeroyokan sekitar sepekan lalu, AKDP sudah menawarkan advokasi terhadap Lahab.
    
"Saya bersama seorang kades  membezuk Pak Lahab di tahanan untuk menawarkan advokasi. Namun, dia belum menerima, karena akan diurusi saudaranya yang dinas di Kediri,"  ujarnya.
    
Dikatakan Hasan, meski Lahab belum menerima tawaran advokasi dari AKDP, pihak AKDP sewaktu-waktu tetap bersedia memberikan dukungan terhadap anggotanya yang terlibat kasus pengeroyokan tersebut.
    
"AKDP siap memberikan advokasi agar kasus yang menimpa Kades Puri Semanding itu cepat selesai," ujar Hasan yang sehari-hari Kades Pandanwangi, Kecamatan Diwek, ini.
    
Sebagaimana diketahui, pada Senin (6/5/2013) malam lalu,  Sujihartono alias Lahab,  ditangkap  tim buser Satreskrim Polres Kediri di rumah seorang perempuan yang diduga pacar Lahab, di  Perumahan Pelem,  Kecamatan Pare,  Kabupaten Kediri.
    
Penangkapan itu karena Lahab  disangka menganiaya Novi (31)  warga Jalan Yos Sudarso, Tulungrejo Pare, serta Yogi Hiwaman (31)  warga Bringin,  Kecamatan Badas, Kediri.
    
Dengan bersenjatakan kunci dongkrak mobil,  Lahab bersama 4 temanya melakukan pengeroyokan terhadap Novi. Keempat temannya kini  masih buron dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)
    
Kasus pengeroyokan terjadi di dua lokasi. Pertama di  area rumah karaoke, Cafe Dijee Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa,  Pare, Kediri,  dan kedua di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kediri. Akibat pengeroyokan tersebut,  hingga kini korban  masih dirawat di RSUD Pare.
       
Pengeroyokan bermula dari kesalahpahaman  antara para pelaku dan korban hingga bentrok fisik di tempat parkir Dijee usai berkaraoke. Bentrokan saat bisa diselesaikan.
      
Namun ternyata para tersangka masih dendam, dan mencari kedua korban hingga ke Desa Gadungan. Di tempat itulah, kedua korban dikeroyok hingga babak belur.
       
Selanjutnya, empat  tersangka pelaku balik ke Jombang. Sedangkan Kades Lahab  lari ke rumah pacarnya, yang diakuinya sudah dinikahi secara siri.
       

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas