Selasa, 31 Maret 2015
Tribunnews.com

Rektor Unila Harus Diperiksa Karena Luluskan Mahasiswa Tanpa Skripsi

Rabu, 15 Mei 2013 13:34 WIB

Rektor Unila Harus Diperiksa Karena Luluskan Mahasiswa Tanpa Skripsi
Tribun Timur/Muhammad Abdiwan
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof Dr Ir Sugeng P Harianto MSc harus mempertanggungjawabkan kebijakannya meluluskan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unila, Fajrian.

Direktur Komite Antikorupsi (KoAK) Lampung Muhammad Yunus mengatakan, kebijakan rektor yang meluluskan Fajrian meskipun belum menyelesaikan pembuatan skripsi adalah bentuk abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan).

"Seperti apakah bentuk tanggung jawab yang akan dilakukan? Ini harus dijelaskan rektor. Karena, kebijakan yang dibuat rektor telah menyalahi peraturan akademik yang berlaku di Unila. Peraturan akademik itu kan sudah bentuk kebijakan. Kenapa harus ada kebijakan lain yang dibuat," papar Yunus, Selasa (14/5/2013).

Menurut Yunus, rektor harus menganulir ijazah dan mencabut gelar sarjana Fajrian. Sebab proses untuk mendapatkan ijazah dan gelar tersebut tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Secara perspektif hukum perdata, ini sudah perbuatan melawan hukum. Inilah yang disebut ijazah asli tetapi palsu. Ijazahnya mungkin asli, tetapi penerbitannya tidak sesuai prosedur. Ada aturan yang dilanggar. Otomatis, ijazah itu batal dahulu," jelas Yunus.

Rektor menurut Yunus, harus memberikan pernyataan maaf secara terbuka kepada publik. Hal itu karena kebijakan rektor telah melanggar etika yang selama ini dijunjung perguruan tinggi.

"Secara etika, rektor harus membuat pernyataan maaf. Dunia akademik itu kan katanya penjaga moralitas bangsa. Kalau penjaga moralitas sudah berlaku demikian, apalagi yang bisa diharapkan," tutur Yunus.

Halaman12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Lampung
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas