• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribunnews.com

Selisih di Bawah 2 Persen, Hasil Hitung Cepat Tak Bisa Jadi Patokan

Rabu, 15 Mei 2013 19:06 WIB
Selisih di Bawah 2 Persen, Hasil Hitung Cepat Tak Bisa Jadi Patokan
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Seorang warga memasukkan kertas suara yang sudah dicoblos ke dalam kotak suara

TRIBUNNEWS.COM DENPASAR — Hasil hitung cepat (quick count) Pemilihan Gubernur Bali yang sangat ketat dengan selisih di bawah 1 persen antardua kandidat belum bisa dijadikan acuan untuk menentukan pemenang.

Peneliti Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC), Deni Irvani, mengatakan, untuk menentukan pemenang pilgub, minimal selisih di atas 2 persen.

"Lebih dari 2 persen bisa menjadi dasar siapa yang menang dan siapa yang kalah. Jika selisih suara di bawah 1 persen, quick count ini tidak dapat digunakan untuk memprediksi siapa yang menang, siapa yang kalah," ujar Deni saat konferensi pers di Hotel Inna Grand Bali Beach, Rabu (15/5/2013) sore.

Deni kini meminta masyarakat Bali untuk menunggu hasil hitung manual dari KPU yang akan rampung dalam beberapa hari ke depan.

Seperti diberitakan, hasil hitung cepat yang dilakukan dua lembaga survei, SMRC dan Indonesia Research Center (IRC), menunjukkan hasil berbeda dengan selisih yang sangat tipis. Quick count SMRC, PAS unggul dengan memperoleh 50,31 persen suara dan Pastikerta 49,69 persen suara. Sementara quick count oleh IRC, Pastikerta unggul sangat tipis dengan perolehan suara 50,01 persen dan PAS 49,99 persen.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1789371 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas