• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Selvy: Saya Sering 'Dipakai' Om-om PNS

Kamis, 16 Mei 2013 01:59 WIB
Selvy: Saya Sering 'Dipakai' Om-om PNS
IST
Ilustrasi

Laporan Wartawan Pos Kupang, Ferry Ndoen

TRIBUNNEWS. COM, KUPANG -- Data hasil investigasi yang dilakukan tim Pos Kupang  terhadap sampel dua lokasi bisnis prostitusi di rumah penduduk di jantung Kota Kupang, tepatnya di wilayah Kelurahan Kelapa Lima,  Kecamatan Kelapa Lima, dan Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, menunjukkan fakta cukup fantastis.

Pasalnya, cukup banyak oknum pegawai negeri sipil (PNS)  doyan 'mencicipi ayam' lokal dengan tarif cukup murah. Bahkan tak tanggung-tanggung, dengan masih mengenakan seragam lengkap, oknum PNS masuk ke lokasi tempat mangkal 'ayam' lokal di rumah tempat prostitusi yang tempatnya  cukup aman karena tak pernah disangka/diduga oleh warga jika di dalam bangunan prostitusi itu ada adegan mesum.

Selvy, perempuan pekerja seks komersial (PSK) yang sering mangkal di rumah bisnis prostitusi di wilayah Kelurahan Fontein, saat diwawancarai Pos Kupang, di kamar tempatnya beroperasi menjajakan kenikmatan, Senin (13/5/2013) siang,  mengaku dirinya sering 'dipakai' om-om yang pegawai negeri sipil (PNS) di kamar.

Selvy mengaku, dari hasil kerjanya menjajakan tubuh kepada oknum PNS dan pria hidung belang lainnya, ia harus menyisihkan uang Rp 20 ribu kepada pemilik rumah sebagai biaya/tarif jasa kamar yang sudah dipakainya.

"Ya, dari doi Rp 100 ribu yang dibayar pelanggan, beta harus sisihkan Rp 20 ribu untuk bayar kamar. Kita parkir di tempat ini biasanya siang hari. Dan malam hari, ada lain lagi perempuan yang datang. Kalau pak pegawai  biasanya selain kasih doi Rp 100 ribu, juga kasih doi lebih untuk tips. Kita juga servis plus naaaa.... kaka,"  aku Selvy,  perempuan belia blasteran Timor-Rote.

Dia mengaku banyak oknum PNS yang suka kencan dengannya. "Banyak PNS suka pakeee..... beta.  Kadang dong datang masih pakai celana keki (celana dinas) tapi baju dinas su simpan di bagasi motor atau di bagasi oto/mobil. Dong turun cuma pake baju kaos agar tidak diperhatikan warga yang lewat di tempat ini," aku Eka, perempuan berusia 17 tahun yang domisili di wilayah sekitar Kelurahan Sikumana. Gadis berkulit hitam manis yang mengangku sekali kencan/tidur dengannya memasang tarif Rp 100 ribu.

Yang unik dari isi bangunan tempat esek-esek di lokasi Kelurahan Fontein ini, kamar  3 x 3 meter untuk tempat 'on' terlihat sangat kumuh, hanya  beralaskan sebuah kasur lusuh tanpa sprei. Namun dalam kamar itu terdapat kamar mandi dengan air leding PDAM mengalir lancar.

Kamar ini sanitasinya lebih buruk dibandingkan kamar tempat bisnis prostitusi di Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang. Jika di kamar kos di Kelapa Lima, pemilik kos masih sediakan tempat tidur yang dilapisi kain sprei dan sebuah bantal alas kepala, namun air leding di kamar mandi sangat minim.

Selvy mengaku tidak menyediakan kondom.  "Kalau mau pakai kondom harus tambah uang Rp 5.000,00. Nanti beta minta beli kondom di teman beta. Pagi ini beta baru dapat satu tamu. Kalau teman beta yang duduk di luar su.... dapat tiga tamu (lelaki hidung belang)," ungkap Selvy polos.

PantauAn Pos Kupang selama beberapa jam  di TKP/lokasi tempat bisnis prostitusi  di wilayah Fontein, Senin (13/5/2013), terpantau sekitar lima sepeda motor masuk ke lokasi 'esek-esek' tersebut. Juga terpantau dua oknum yang diduga PNS keluar terburu-buru dari lokasi itu.

Kondisi serupa terpantau di tempat 'esek-esek' di Kelurahan Kelapa Lima, Senin (14/5) siang. Terpantau, ada lima sepeda motor  yang dikendarai bapak-bapak, serta anak muda  yang masuk ke lokasi tersebut dalam interval waktu  pukul 12.00 wita hingga pukul 15.00 wita. (*)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Pos Kupang
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas