• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 16 September 2014
Tribunnews.com

William Maksum Tak Urus Pembuatan KTP

Kamis, 16 Mei 2013 05:10 WIB
William Maksum Tak Urus Pembuatan KTP
REPRO/METRO TV
William Maksum, pemimpin kelompok terduga teroris di Bandung

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - - Wiliam Maksum, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Cipacing, Kabupaten Sumedang, Rabu (8/5/2013), pernah tinggal di Kompleks Bumi Asri Indah (BSI), Desa Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, selama empat tahun.

Maksum tinggal di BSI sejak tahun 2009. Ia tinggal di rumah tersebut bersama satu istri dan dua anaknya. Namun selama tinggal di sana, Wiliam belum pernah mengurus izin tinggal atau membuat kartu tanda penduduk (KTP).

Bambang Melga (35), salah seorang warga, mengaku mengenal sosok Maksum. Setelah melihat pemberitaan penangkapan Maksum di televisi, ia bersama warga yang lain terkejut. Namun ia sudah menyangka karena gerak-gerik Maksum selama tinggal di sana memang mencurigakan.

"Saya sering bertemu dengan dia. Jujur saja selama dia tinggal di BSI, kehidupan warga menjadi sedikit terganggu karena aktivitas dakwahnya. Sejak tahun 2011 dia punya pengaruh kuat di kepengurusan masjid. Kalau memberikan ceramah pun dia agak radikal," ujar Bambang, Rabu (15/5/2013).

Dengan menggunakan metode dakwah, kata dia, Maksum mendekati warga BSI. Secara perlahan, kepengurusan Dewan Keluarga Masjid (DKM) pun diambil alih oleh Maksum bersama jemaahnya. Namun paham ajaran yang diberikan Maksum sangat keras sehingga meresahkan warga sekitar. Bambang pun sering beradu pendapat dengan Maksum mengenai ceramah yang diberikan.
Perilaku Maksum pun mencurigakan. Selain sering berdebat mengenai masalah agama, warga di sana sering mendengar suara tembakan dari rumah Maksum. Warga baru tersadar setelah Maksum tertangkap bahwa suara yang sering didengar itu adalah suara tembakan.

"Biasanya suara tembakan itu kedengaran antara jam 10.00 sampai jam 15.00. Jam segitu kan kompleks memang lagi sepi. Warga sih baru sadar sekarang dan kayaknya dia lagi latihan nembak," ujar Bambang.

Maksum pun sudah tidak pernah terlihat di kompleks BSI sejak bulan Desember 2012. Namun seminggu sebelum penangkapannya, ia pernah datang ke BSI untuk mengambil uang sewa rumah. Rumah di Blok L nomor 43 dengan cat merah itu sejak Januari 2013 sudah disewakan.

Aris Muharam, salah seorang pengurus RW di Komplek BSI, menuturkan, ia sering melihat Maksum setiap Sabtu dan Minggu menggunakan celana loreng dan rompi hitam. Tingkah laku Maksum memang terkesan mencurigakan. Apalagi ia sering menghilang dari rumahnya selama berminggu-minggu.

"Saya sudah curiga dengan dia sejak tahun kemarin. Karena makin ke sini perilakunya semakin aneh. Kalau memberikan ceramah juga suka menjelek-jelekkan soal pemerintahan," kata Aris saat ditemui di kediamannya Kompleks BSI, kemarin. (aa/dic/stf)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1790681 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas