• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribunnews.com

Ketua Geng Motor XTC, Klewang: Saya Ingin Tobat, Tapi Salat Saja Tak Bisa

Sabtu, 18 Mei 2013 04:54 WIB
Ketua Geng Motor XTC, Klewang: Saya Ingin Tobat, Tapi Salat Saja Tak Bisa
TribunPekanbaru.com/Doddy Vladimir
Ketua Besar Geng Motor XTC, Klewang 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Riki Suardi

TRIBUNNEWS.COM - Nama Mardijo alias Klewang yang bernama lengkap Sumardirejo (58), dalam dua pekan terakhir ini santer terdengar sebagai ketua besar geng motor XTC Pekanbaru, geng motor yang telah melakukan sejumlah kasus kejahatan seperti pemerkosaan, penganiayaan, perampasan dan sejumlah kasus pengrusakan warnet yang ada di Pekanbaru.

Ceritanya membuat heboh seluruh penjuru nusantara ini. Siapa Klewang sebenarnya dan bagaimana sisi gelap Klewang selama merajai geng motor XTC Pekanbaru? Berikut wawancara Tribun Pekanbaru (Tribunnews.com Network) dengan Klewang saat di ruang Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria, Kamis (16/5/2013) kemarin.

Anda tahu kenapa anda ditangkap polisi?

Saya ditangkap karena terlibat dalam sejumlah kejahatan yang dilakukan bersama anggota geng motor XTC Pekanbaru yang saya pimpin.

Sebelum Anda ditangkap, Anda sudah dinyatakan DPO oleh Polresta Pekanbaru. Nah, selama menjadi DPO, Anda bersumbunyi di mana?

Setelah anak saya Rahmad alias Colo juga ditangkap, saya melarikan diri ke Bekasi, Jawa Barat. Setelah itu saya ke Pulogadung di tempat adik kandung saya. Selama di Pulohgadung, saya bekerja di pabrik Astra bersama adik saya. Saya pulang ke Pekanbaru karena saya merasa situasi di Pekanbaru sudah aman.

Anda tiba di Pekanbaru kapan, dan kemana saja Anda?

Saya ke Pekanbaru melalui jalur daratdan sampai di Pekanbaru 3 Mai 2013 lalu. Selama di Pekanbaru saya hanya tinggal di Bedeng yang ada di Stadiun Utama Riau tempat saya ditangkap. Bedeng itu adalah markas geng motor XTC Pekanbaru.

Setiba di Pekanbaru kenapa tidak langsung pulang ke rumah istri Anda?

Saya segan pulang ke rumah karena sudah tujuh bulan tidak pulang-pulang ke rumah.

Apakah Anda tidak ingin menemui keluarga Anda selama tujuh bulan Anda pergi meninggalkan rumah untuk bersembunyi dari kejaran polisi?

Saya sangat ingin sekali ketemu keluarga, tapi bagaimana lagi, saya malu rasanya untuk pulang ke rumah. Anak-anak saya di rumah, pasti marah dengan saya.

Selama Anda menjadi DPO, apakah Anda tidak pernah menghubungi keluarga Anda yang berada di rumah?

Pernah, tapi anak saya yang perempuan, Ririn namanya. Waktu itu, saya menanyakan kabar Colo, kemudian dia memberikan nomor petuigas Lapas, setelah itu saya langsung menelpon Colo melalui nomor petugas itu. Cuma sekali itu saja.

Anak Anda dua orang Bambang dan Colo, terlibat dalam aksi kejahatan geng motor. Apakah Anda tahu?

Saya tahu anak saya terlibat dalam sejumlah kejahatan yang dilakukannya, karena saya berada di belakang mereka.

Kenapa Anda membiarkan kedua anak Anda untuk melakukan sejumlah kejahatan di Pekanbaru, sementara Anda sebagai orang tua harus mengarahkan anak Anda ke jalan yang lebih baik?

Saya tahu saya salah, tapi saya nggak bisa menjawab pertanyaan anda

Pengakuan anggota anda yang ditangkap polisi, anda adalah ketua besar geng motor XTC Pekanbaru, apakah itu benar?

Saya tidak merasa menjadi ketua besar geng motor XTC, cuma mereka (anggota geng motor XTC) saja yang menganggap saya seperti itu.

Anggota anda lainnya juga mengaku bahwa setiap anggota XTC, harus menyetor uang sebesar Rp 5.000 per hari kepada Anda. Kemudian setiap melakukan kejahatan, sebagian dari hasil kejahatan diserahkan kepada Anda, apakah itu benar?

Tidak benar, itu hanya pengakuan mereka saja, saya hanya dikasih makan dan uang rokok oleh mereka

Saat anda ditangkap oleh Polsek Tampan di Stadiun Utama Riau, polisi menemukan handphone milik korban pemerkosaan yang dilakukan oleh sejumlah anggota anda dengan cara bergantian. Itu artinya, sejumlah hasil kejahatan anak buah anda diserahkan kepada anda?

Memang handphone korban ada pada saya, tapi saya tidak tahu itu handphone siapa, karena saat itu anak buah saya bernama Robi, memberikan handphone koban kepada saya, karena handphone saya waktu itu lagi habis baterai

Selain dari itu, juga ada anggota Anda lainnya yang mengatakan bahwa setiap calon anggota XTC yang perempuan, harus berhubungan badan dulu untuk menguji mentalnya. Sejumlah anak buah Anda, mengatakan Anda ikut berhubungan badan dengan calon anggota XTC yang baru, apakah itu benar?

Itu semua tidak benar, yang meniduri hanya anak buah saya, saya sema sekali tidak pernah melakukan hal seperti itu

Lantas, kenapa semua anak buah anda yang ditangkap berbicara demikian?

Saya juga tidak tahu kenapa mereka seperti itu

Anak buah Anda juga mengaku bahwa Anda sangat ditakuti sekali di geng motor XTC Pekanbaru. Sejumlah anak buah Anda, mengaku bahwa anda punya ilmu kebal?

Saya tidak punya ilmu kebal apapun, saya hanya manusia biasa. Buktinya kaki saya pernah ditembak oleh polisi pada 1996 silam saat terlibat dalam kasus curanmor.

Selain anda diduga terlibat dalam sejumlah kejahatan, Anda juga disebut oleh anak buah sebagai guru spiritual mereka?

Itu tidak benar, kan tadi sudah saya katakan, saya memimpin geng motor XTC Pekanbaru setelah anak saya Bambang ditangkap polisi hingga akhirnya bebas setelah menjalani hukuman di penjara.

Catatan kriminal Anda, ditemukan bahwa Anda pernah keluar masuk penjara sebanyak tiga kali, yaitu tahun 1974, 1996 dan 2011 lalu. Nah, apakah anda tidak pernah kapok-kapoknya berurusan dengan pihak kepolisian?

Saya tidak tau kenapa saya kembali melakukan aksi kejahatan, yang jelas saya takut berurusan dengan pihak kepolisian, apalagi sampai ditangkap.

Pernah nggak berusaha untuk bertobat, dan kembali ke jalan yang benar?

Niat untuk bertobat ada, tapi saya selalu gagal menjalankannya, karena salat saja saya tidak bisa, padahal dulu kedua orang tua saya selalu menyarankan saya untuk salat.

Selama Anda berada di sel tahanan Polresta Pekanbaru, apakah sudah ada dari pihak keluarga Anda yang telah menjenguk Anda ke sel tahanan Polresta Pekanbaru?

Sudah enam hari saya ditangkap, hingga kini belum ada keluarga atau kolega saya yang melihat saya. Mungkin mereka malu melihat saya di sini.

Anda menyesal bukan dengan tindakan yang selalu meresahkan banyak masyarakat?

Sangat menyesal sekali, bahkan kalau nanti saya bebas, saya akan berbuat baik kepada semua orang, tapi saya belum yakin saya akan bebas. Bisa jadi saya akan dihukum seumur hidup.

Editor: Dodi Esvandi
0 KOMENTAR
1798951 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas