• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribunnews.com

Takbir Sambut Jasad Budi

Sabtu, 18 Mei 2013 04:09 WIB
Takbir Sambut Jasad Budi
TRIBUN/DANY PERMANA
Jenazah terduga teroris dipindahkan dari ruang otopsi ke ruang pendingin di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta, Jumat (10/5/2013). Tim Forensik Mabes Polri hari ini mengotopsi 7 jenazah terduga teroris hasil penyergapan Tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri di Bandung, Kebumen, dan Kendal. 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Jenazah terduga teroris Budi Syarif alias Angga, dikebumikan  di Kampung Pasirsalam, RT 2/4, Desa Sukanagara, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (17/5/2013). Budi tewas dalam penggrebegan yang dilakukan aparat Densus 88 di Cigondewah, Rabu (8/5/2013).

Jenazah tiba di Pasirsalam sekitar pukul 15.30. Kedatangan jenazah mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian. Jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur. Pengamanan dari pihak kepolisian, baik yang berseragam lengkap maupun yang berpakaian preman, terlihat mulai dari Jalan Raya Lingkar Soreang hingga menuju pemakaman yang berjarak sekitar lima kilometer.

Heri (33), kakak kandung Budi mengatakan, jenazah berangkat dari Rumah Sakit Polri sekitar pukul 13.00. Awalnya keluarga menginginkan jenazah dibawa pulang pada Kamis (16/5). Namun karena masih ada masalah administrasi yang harus diselesaikan, jenazah baru bisa dibawa pulang pada Jumat (17/5/2013).

"Dari rumah sakit sekitar jam 13.00. Setelah proses administrasi selesai, kami langsung bawa jenazah  ke sini. Pemakaman ini merupakan milik keluarga. Di sini memang ada beberapa rumah keluarga," ujar Heri, Jumat (17/5/2013).

Setibanya di rumah keluarga, jenazah Budi disambut suara takbir yang dikumandangkan keluarga dan kerabat. Jenazah kemudian langsung disemayamkan. Puluhan teman dan kerabat Budi terlihat menangisi kedatangan jenazah. Tak lama setelah disemayamkan, jenazah kemudian disalatkan di masjid yang tidak jauh dari rumah keluarga.

Suara takbir terus berkumandang saat jenazah dibawa ke pemakaman. Usai disalatkan, sekitar pukul 16.30 jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga di belakang rumah keluarga. Ratusan aparat kepolisian dikerahkan untuk mengamankan pemakaman Budi.
Malikhun (60), mertua almarhum mengatakan, pihak keluarga sangat berduka dengan kepergian Budi. Walau begitu, pihak keluarga mengaku pasrah dengan kejadian yang menimpa Budi.

"Kami serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk masalah ini. Ini sudah takdir Allah.  Kami memakamkan jenazah almarhum dengan tata cara sesuai ajaran Islam," kata Malikhun yang langsung datang dari Magelang.

Sebelumnya, Heri mengatakan, tidak pernah menyangka bahwa adiknya akan dinyatakan terlibat dalam kasus terorisme. Sebab, selama ini tidak ada hal yang mencurigakan dari kepribadian adiknya tersebut.

Anak kedua dari lima bersaudara ini merupakan lulusan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulah, Jakarta. "Menurut saya dia merupakan pribadi yang baik. Tidak ada yang aneh, biasa saja. Ibadahnya juga baik," ujar Heri saat itu.

Selain Budi, dua terduga lainnya, yakni Syarane dan Jonet juga meninggal dunia pada penggerebekan di Cigondewah ini. Adapun terguga teroris lainnya, Haris Fauzi berhasil ditangkap Densus di tengah baku tembak.

Penggerebekan di Cigondewah ini berawal dari tertangkapnya, salah seorang terduga teroris, Boim di Jakarta Maksum di kawasan Cipacing. Dari keduanya, Densus mengetahu adanya sejumlah kelompok, mulai dari yang ada di Tegal, di Batang, di Kebumen, dan di Cigondewah.(aa)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1798862 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas