Rabu, 28 Januari 2015
Tribunnews.com

Takbir Sambut Jasad Budi

Sabtu, 18 Mei 2013 04:09 WIB

Takbir Sambut Jasad Budi
TRIBUN/DANY PERMANA
Jenazah terduga teroris dipindahkan dari ruang otopsi ke ruang pendingin di Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta, Jumat (10/5/2013). Tim Forensik Mabes Polri hari ini mengotopsi 7 jenazah terduga teroris hasil penyergapan Tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri di Bandung, Kebumen, dan Kendal. 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Jenazah terduga teroris Budi Syarif alias Angga, dikebumikan  di Kampung Pasirsalam, RT 2/4, Desa Sukanagara, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (17/5/2013). Budi tewas dalam penggrebegan yang dilakukan aparat Densus 88 di Cigondewah, Rabu (8/5/2013).

Jenazah tiba di Pasirsalam sekitar pukul 15.30. Kedatangan jenazah mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian. Jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur. Pengamanan dari pihak kepolisian, baik yang berseragam lengkap maupun yang berpakaian preman, terlihat mulai dari Jalan Raya Lingkar Soreang hingga menuju pemakaman yang berjarak sekitar lima kilometer.

Heri (33), kakak kandung Budi mengatakan, jenazah berangkat dari Rumah Sakit Polri sekitar pukul 13.00. Awalnya keluarga menginginkan jenazah dibawa pulang pada Kamis (16/5). Namun karena masih ada masalah administrasi yang harus diselesaikan, jenazah baru bisa dibawa pulang pada Jumat (17/5/2013).

"Dari rumah sakit sekitar jam 13.00. Setelah proses administrasi selesai, kami langsung bawa jenazah  ke sini. Pemakaman ini merupakan milik keluarga. Di sini memang ada beberapa rumah keluarga," ujar Heri, Jumat (17/5/2013).

Setibanya di rumah keluarga, jenazah Budi disambut suara takbir yang dikumandangkan keluarga dan kerabat. Jenazah kemudian langsung disemayamkan. Puluhan teman dan kerabat Budi terlihat menangisi kedatangan jenazah. Tak lama setelah disemayamkan, jenazah kemudian disalatkan di masjid yang tidak jauh dari rumah keluarga.

Suara takbir terus berkumandang saat jenazah dibawa ke pemakaman. Usai disalatkan, sekitar pukul 16.30 jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga di belakang rumah keluarga. Ratusan aparat kepolisian dikerahkan untuk mengamankan pemakaman Budi.
Malikhun (60), mertua almarhum mengatakan, pihak keluarga sangat berduka dengan kepergian Budi. Walau begitu, pihak keluarga mengaku pasrah dengan kejadian yang menimpa Budi.

"Kami serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk masalah ini. Ini sudah takdir Allah.  Kami memakamkan jenazah almarhum dengan tata cara sesuai ajaran Islam," kata Malikhun yang langsung datang dari Magelang.

Halaman12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas