• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribunnews.com

Jaksa Bandung Bidik Tiga Pejabat Telkom

Minggu, 19 Mei 2013 04:07 WIB
Jaksa Bandung Bidik Tiga Pejabat Telkom
net

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung tengah membidik tiga pejabat di PT Telkom yang diduga terkait kasus korupsi pengadaan barang fiktif di perusahaan telekomunikasi tersebut. Sebelumnya jaksa telah menahan HS, pengusaha rekanan PT Telkom yang tersangkut kasus tersebut.

Sumber Tribun di Kejari Bandung mengatakan satu dari tiga pejabat itu adalah perempuan berinisial N. Dua lainnya adalah atasan N yang mengetahui dan juga diduga menikmati setoran dari proyek fiktif bernilai miliaran itu. Mereka menikmati proyek fiktif tersebut selama empat tahun terakhir.

Modus korupsinya adalah menganggarkan dana untuk sejumlah kegiatan tapi fakta di lapangan proyeknya tidak ada. Kegiatan itu dilakukan lima perusahaan rekanan PT Telkom yang dimiliki tersangka HS. Kelima perusahaan itu menerima proyek miliaran rupiah dari PT Telkom tanpa melalui proses tender.

Perusahaan itu hanya membuat laporan kegiatan dan pertanggungjawaban keuangan tapi faktanya tidak terjadi. Uang itu dipakai untuk kegiatan atau pengadaan barang seperti suvenir, kaus, seragam, tool kit, spanduk, event, dan lainnya. Ada juga yang dimanfaatkan untuk dana operasional atau SPJ meski anggarannya sudah ada di pos lain.

Kasipidsus Kejari Bandung, Rinaldi Umar, masih enggan berkomentar terkait keterlibatan ketiga pejabat di PT Telkom itu. Rinaldi juga belum bisa memastikan nama-nama pejabat tersebut berikut  posisinya.

"Kami masih konsentrasi pada pendalaman dokumen-dokumen yang kami sita dari lima perusahaan milik tersangka HS. Termasuk juga menggali informasi dari HS serta saksi-saksi lain," kata Rinaldi di Bandung, Sabtu (18/5/2013).

Meski begitu, Rinaldi mengatakan bahwa penyidik segera akan memeriksa saksi-saksi dari PT Telkom. "Untuk mengetahui sejauh mana kasus ini, dalam waktu dekat kami memanggil saksi-saksi dari PT Telkom. Paling cepat minggu depan," kata Rinaldi.

Sebelumnya diberitakan penyidik Kejari Bandung menggerebek sebuah rumah di Jalan Bengawan No 59 Bandung. Rumah itu digunakan sebagai kantor lima perusahaan rekanan PT Telkom. Kelima perusahaan yang dimilik HS itu adalah PT Dimensi Kaya Perkasa, PT Tri Utama Jaya, CV Bintang Anugerah, PT Cahaya Harmoni, dan PT Arco Tritama Jaya.

Dalam penggerebekan itu penyidik mengamankan lima orang. Mereka adalah HS dan empat karyawannya. HS langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Kebonwaru. Sedangkan empat karyawannya setelah diperiksa kemudian dilepas.
Dalam pemeriksaan terungkap, HS secara rutin per bulan menyetor uang kepada oknum pejabat PT Telkom. Nilainya bervariasi antara Rp 300 juta hingga Rp 500 juta per bulan. Setoran itu dilakukan sejak tahun 2010.

Uang tersebut merupakan hasil proyek fiktif pengadaan barang yang dananya dari anggaran rutin PT Telkom. Lima perusahaan HS dijadikan alat seolah-olah sebagai pemenang proyek pengadaan.

Lima perusahaan itu hanya bertugas membuat laporan-laporan pertanggungjawaban fiktif yang diberikan ke PT Telkom. Praktik tersebut diduga sudah berjalan lama. Namun Kejari Bandung hanya berkonsentrasi pada proyek fiktif tahun 2010 - 2013. (san)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
0 KOMENTAR
1801641 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas