Sabtu, 20 Desember 2014
Tribunnews.com

Bone Kekurangan Guru PNS

Senin, 20 Mei 2013 17:42 WIB

Bone Kekurangan Guru PNS
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Seorang guru mengajar di kelas 2 SDN 006 bekas kebakaran di jalan Gerbang Dayaku, Loa Duri Ulu, Kutai Kartanegara, Rabu (12/9/2012) Ratusan murid di sekolah tersebut kembali menggunakan gedung mereka yang terbakar April 2012. Murid, guru, dan wali murid berharap pemerintah dapat membangun kembali sekolah mereka. (Tribun Kaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo)

Laporan Reporter Tribun Timur Mahyuddin

TRIBUNNEWS.COM WATAMPONE--Kabupaten Bone kekurangan guru pegawai negeri sipil (PNS) untuk seluruh tingkatan sekolah. Dari 14 rbu kebutuhan guru PNS di Bone, baru 9.500 yang bisa dipenuhinya. Adapun kekurangannya ditutupi oleh tenaga honorer.

"Jumlah guru sekolah di bone masih kurang sekitar 4 ribuan. Dari jumlah 14 ribu guru yang dibutuhkan hanya sekitar 9.500 yang mengabdikan diri," ungkap Kepala Bidang Program dan Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, H Ibrahim Yukkas, Senin (20/5).

Ia menuturkan, kebanyakan sekolah yang membutuhkan berada di daerah terpencil seperti Bontocani dan Tellu Limpoe.

Menurut Ibrahim, kekurangan itu diisi oleh sejumlah honorer yang memiliki Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Daerah (Pemda) Bone. Makanya peran honorer sangat membantu. Apalagi penerimaan guru CPNS melalui jalur umum setiap tahunnya hanya merekrut 100 orang saja.

Sebelumnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Bontocani Nurdin mengatakan hampir semua tenaga pengajarnya adalah guru yang berstatus honorer karena apabila ada guru CPNS yang ditempatkan di Bontocani maka begitu menjadi PNS langsung meminta perpindahan ke wilayah yang disukainya. (Yud)

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Timur

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas