• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribunnews.com

Korban Kecelakaan Maut Sungai Ular Dioperasi

Senin, 20 Mei 2013 14:41 WIB
Korban Kecelakaan Maut Sungai Ular Dioperasi
Tribun Kaltim/Niko Ruru
Tiga orang pasien yang menjalani perawatan di Ruang Cempaka, RSUD Nunukan, Senin (20/5/2013). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Nunukan Dokter Arisantha MPH mengatakan, empat pasien kecelakaan maut di Kecamatan Siemanggaris, hingga kini masih dirawat di Ruang Intensif Care Unit (ICU). Seorang diantaranya mengalami luka parah sehingga memerlukan tindakan operasi. Sementara tiga orang lainnya, kondisinya mulai membaik.

Kecelakaan maut merenggut nyawa empat pekerja kebun PT Bhumi Siemanggaris Indah (BSI), Minggu (19/5/2013) sekitar pukul 12.30 kemarin. Sebanyak 37 penumpang dump truck terbalik, di sekitar Sungai Ular, Kecamatan Siemanggaris, karena kendaraan mundur tak terkontrol setelah mengalami meti masin saat berada di tanjakan.

Arisantha menjelaskan, dua pasien meninggal saat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), sementara dua lainnya telah meninggal saat tiba di RSUD Nunukan. Dari puluhan korban itu, 24 diantaranya masih dirawat di Ruang Cempaka dan empat diantaranya di ICU.

"Penanganan yang dilakukan sesuai dengan tingkat sakitnya. Kecelakaan ini ada trauma di kepala, tangan dan kaki," ujarnya.

Seorang pasien yang kondisinya cukup parah masih dirawat di ICU. "Kesadarannya menurun. Yang satu ini trauma di daerah kepala. Itu direncanakan akan dilakukan tindakan di kamar operasi," ujarnya.

Operasi masih menunggu kesiapaan medis dan obat-obatan. "Dan anastesi. Ini segera dilakukan tindakan untuk penatalaksanaan di kamar operasi terhadap pasien trauma akibat kecelakaan," ujarnya.

Pasien-pasien yang ditangani di Ruang Cempaka kondisinya terus berangsur baik.

"Walaupun ada yang rawat inap karena perlu observasi, kesadarannya baik. Ada yang luka di kepala, wajah, tangan dan kaki. Oleh karena itu masih kita rawat sesuai dengan protap," ujarnya.

Saat ini pihaknya lebih fokus untuk memberikan penanganan terhadap korban sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Soal pembiayaan korban, pihaknya sudah berkomunikasi dengan manajemen PT BSI.

"Tetapi yang paling penting tindakan. Masalah biaya nanti akan disampaikan kepada penanggungjawab. Yang jelas kami sudah berkoordinasi dengan manajemen, prinsipnya memberikan terapi atau penanganan luka dengan baik dulu," ujarnya.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Kaltim
0 KOMENTAR
1806732 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas