• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Dua Staf Disdik Pemkab OKU Tersangka Korupsi Rehab Sekolah

Selasa, 21 Mei 2013 07:25 WIB
Dua Staf Disdik Pemkab OKU Tersangka Korupsi Rehab Sekolah
net
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, BATURAJA - Kejaksaan Negeri Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU) menetapkan dua tersangka kasus dugaan mark up pemasangan rangka baja 16 SD di lingkup Dinas Pendidikan, Kabupaten OKU, Senin (20/5/2013).

Menurut informasi yang diterima Tribun Sumsel (Tribunnews.com Network), kedua oknum pejabat Disdik OKU yang menjadi tersangka berinisial Ye, staf bagian sarana Disdik OKU dan Ru staf bagian pemeliharaan. Keduanya resmi ditahan sesuai dengan Surat Perintah Penahanan  No:
01/N.6.14/Fd/1/05/2013 untuk tersangka Ye dan Serintah Penahanan No : 02/N.6.14/Fd/1/05/2013 untuk tersangka Ru.

Kedua tersangka dicecar dengan puluhan pertanyaan, lebih kurang selama 7 jam. Pemeriksaan dilakukan mulai jam 09.00 WIB pagi sampai dengan pukul 16.00 WIB. Kejaksaan belum bisa menetapkan berapa besar kerugian negara disebabkan kedua pelaku, sebab masih menunggu hasil audit dari BPKP.

Saat dikonfirmasi menegani hal ini Kajari Baturaja Suharto SH, Kasi Intel Andy Suryadi melalui Kasi Pidsus Mursyidi SH saat dikonfirmasi, Senin (20/5/2013) malam membenarkan penahanan dua tersangka tersebut.

Pihaknya telah menetapkan kedua tersangka setelah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya kedua tersangka secara resmi ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum menyebabkan kerugian negara.

Kedua tersangka diancam dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang pidana korupsi pada pasal 1, 2 dan 12 dalam peraturan tersebut dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

"Ada beberapa pasal yang kita kenakan kepada kedua pelaku, hukumannya sudah jelas," kata Andy pihaknya juga menyita satu unit mobil Toyota Avanza putih milik tersangka Ye diduga sebagai hasil kejahatan korupsi.

Sebelumnya diberitakan kegiatan rehab gedung sekolah rangka baja ringan ini terdapat di beberapa lokasi sekolah diantaranya SDN 63 Desa Batu Putih dengan dana Rp 196.356.000, selain itu di SD N 10, SD N 20, SD N 15 dan beberapa SD N lainnya terletak di lokasi cukup jauh dari pusat Kota Baturaja, dengan jumlah anggaran dana berkisar Rp 175 Juta lebih.

Dari belasan SDN tersebut total dana dikucurkan dari rekening pusat mencapai Rp 2,7 miliar lebih.

Berdasarkan hasil perhitungan keuntungan uang diduga korupsi dari dana kegiatan tersebut berkisar antara Rp 1,6 miliar sampai Rp 1,8 miliar, sebab dari nominal rangka baja yang di mark up saja sudah lebih miliaran rupiah.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Sumsel
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas