• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kasus Asusila yang Terjadi di BPN Bone Menuai Tanggapan

Selasa, 21 Mei 2013 15:30 WIB
Kasus Asusila yang Terjadi di BPN Bone Menuai Tanggapan
Logo BPN

Laporan Reporter Tribun Timur Mahyuddin

TRIBUNNEWS.COM  WATAMPONE, --Kasus asusila yang terjadi di tubuh Badan Pertanahan Negara (BPN) Bone menuai tanggapan dari Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Bone Marten Rande Tondok. Menurutnya, meski pihaknya telah menerima laporan tersebut namun, pihaknya tidak bisa mengambil keputusan tanpa adanya pembuktian kuat dari kejadian tersebut.

"Kami sudah panggil AP untuk dimintai keterangannya, dan AP menyangkal atas kasus yang telah dituduhkan. Sementara AA juga sudah melayangkan surat pengaduan ke kantor wilayah BPN sulsel atas inisiatif sendiri." Ujar Marthen, Selasa (21/5/2013) saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, AA merupakan tenaga honor yang bertugas di Seksi Tata Guna Tanah dan kini atas laporannya itu, maka pihaknya memindahkan AA ke Seksi Hak-hak Atas Tanah dan Pendaftaran Tanah. Sedangkan AP merupakan kepala seksi tata Guna Tanah yang kini masih menjabat dan telah berkeluarga.

Adapun hasil pemeriksaan AP, Marthen menyebutkan bahwa sikapnya terhadap AA hanya sebatas bercanda saja namun ditanggapi serius oleh AA. Sedangkan bukti berupa sperma yang berada di rok korban tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

"BPN tidak mentolerir kasus moralitas. Kalau laporan AA terbukti, tentunya AP akan diberi sanksi disiplin sesuai aturan yang berlaku berupa non job," kata Marthen.

Sebelumnya, AA hendak diperkosa oleh AP (45) yang juga Kepala Seksi di kantor BPN Bone. aksi bejat atasannya itu sudah empat kali berulang namun gagal.

Aksi terakhir AP terjadi awal bulan Mei lalu. Entah apa yang merasuki pikiran pria 45 tahun berinisial AP ini. Ia hendak melampiaskan birahinya pada salah satu staf perempuan bawannya ketika AA sedang sibuk bekerja di ruang kerjanya hingga sore hari.

Tanpa diduga AP menyuruh salah satu staf pria di ruangannya untuk membeli makanan, dengan dalih lembur dan lapar hingga korban dan pelaku hanya berdua dalam ruangan itu. Tanpa berpikir panjang, pria itu langsung memeluk korban dan membuka paksa rok korban. AA yang berusaha menolak perlakuan atasannya itu terus diancam akan dipecat jika berteriak. AP yang pada saat itu sudah melepas celananya alias setengah bugil berupaya untuk menggauli AA namun spermanya keburu keluar dan mengenai rok AA.

Pada saat itu, AP langsung ke kamar mandi dan meminta AA untuk tetap menunggunya. Kala itu, AA pun lari meninggalkan ruangannya untuk mengadu ke atasannya. Malang, laporan AA ditolak oleh kepala Kantor BPN Bone lantaran tidak memiliki bukti terkait perlakuan AP

AA pun memilih melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke Kantor Wilayah BPN Sulsel sambil memperlihatkan bukti rok yang terdapat tumpahan sperma AP.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Timur
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas