• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Lautan Manusia Iringi Pemakaman Gurutta Harisah

Selasa, 21 Mei 2013 16:56 WIB
Lautan Manusia Iringi Pemakaman Gurutta Harisah
Tribun Timur / Ilham
Caption Foto: suasana pemakaman gurutta H Harisah di pekuburan Waqiah, Samata, Gowa, Makassar, Selasa (21/5/2013). 

Laporan Wartawan  Tribun Timur / Ilham

TRIBUNNEWS.COM  MAKASSAR -Ribuan warga Kota Makassar mengantar jenazah Anre Gurutta Haji (AGH) Muhammad Harisah AS ke pemakaman Waqia, Samata, Gowa, Selasa (21/5/2013) sekitar pukul 13.00 wita hingga menjelang sore.

Ulama kharismatik asal Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone ini berpulang ke rahmatullah, Senin (20/5/13), sekitar pukul 17.00 wita. Pendiri Pondok Pesantren An Nahdlah ini menghembuskan nafas terakhir di ruang ICU Rumah Sakit Wahidin Sudirohusono, Makassar.

Lautan manusia terlihat tumpah ruah mengantar gurutta di sepanjang jalan Hertasning Baru hingga masuk jalan poros Pattalassang. Herstasning tiba-tiba jadi hamparan manusia.

Pengantar jenazah mertua Dosen UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad ini menguasai dua ruas (dua jalur) jalanan yang menghubungkan Makassar-Gowa itu. Arus lalu lintas sempat terhambat beberapa menit.

Sebagian besar dari pengantar mengendarai sepeda motor. Ratusan dari mereka yang menumpangi roda empat. Iringan menyeret perhatian warga.

"Ini sejarah di jalan besar ini, barusan kami lihat penuh manusia," kata seorang warga Samata, Jufri (30) sembari mengabadikan gambar melalui kamera handphonenya.

Isak tangis mengiring pemakaman gurutta yang juga alumnus Pondok Pesantren As'adiyah, Sengkang, Wajo ini. Zikir pun digemakan ribuan pengantar setibanya di pekuburan Waqiah.

Gurutta Harisah berjuang melawan penyakitnya selama 10 hari di Private Care Centre (PCC) Wahidin. Sebelumnya, putra KH Abdu Shafa ini dirawat sebulan lebih di Rumah Sakit Awal Bross, Jl Urip Sumoharjo, Makassar.

Hari Kamis (9/5/13) lalu, Gurutta Harisah sempat pulang ke rumah, di komplek An Nahdlah, Layang, Makassar. Seakan hanya ingin pamit ke pesantren dan warga sekitar yang mencintainya.

Gurutta Harisah dilarikan lagi ke Awal Bross menjelang salat Subuh, Jumat (10/5/13) dini hari, karena kondisinya tiba-tiba drop lagi.

Sepuluh hari lalu, Gurutta Harisah dirujuk ke Wahidin. Dokter memfonis ulama kharismatik kelahiran Bone 1947 ini harus menjalani cuci darah.

Editor: Budi Prasetyo
Sumber: Tribun Timur
0 KOMENTAR
1812211 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas