• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Longsor Terjadi Setiap 10 Menit

Selasa, 21 Mei 2013 09:02 WIB
Longsor Terjadi Setiap 10 Menit
Serambi Indonesia/Budi Fatria
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Longsor yang terjadi di Kampung Cikuda RT 4/1, Desa Mekarsari, Kecamatan Cilawu, Garut, Senin (20/5/2013), mengancam 13 rumah dan merusak 1,5 hektare sawah, kolam, dan kebun. Longsor susulan pun terjadi hampir setiap 10 menit.

Seorang warga yang rumahnya terancam, Adah (55), mengatakan longsor besar terjadi sekitar pukul 07.30. Warga di sekitar tebing pun berlarian keluar rumah karena tanah longsor tersebut mengeluarkan suara bergemuruh.

"Semuanya panik melihat tebing setinggi itu bergerak dan longsor. Kami menyelamatkan diri. Kemudian mengangkut semua perabotan rumah ke tempat aman. Ke rumah saudara-saudara," kata Adah saat ditemui di rumahnya, Senin (20/5/2013).

Sampai Senin sore kemarin, warga sibuk memindahkan barang-barang dari rumahnya ke tempat aman. Selain rumah, longsor pun mengancam sebuah musala. Jarak antara rumah dengan bibir tebing yang longsor mencapai sekitar lima meter.

Pada pukul 09.00, tercatat hanya delapan rumah yang terancam terkikis longsor. Jumlah warga yang mengungsi pun berjumlah 49 orang. Tebing sepanjang sekitar 200 meter dan setinggi 75 meter ini pun terus mengalami longsor.

Tanah longsor pun terus mengikis sawah, kebun, dan kolam warga seluas sekitar 1 hektare. Longsoran tanah pun menutup Sungai Ciwulan di dasar tebing. Akibatnya air sungai terbendung dan terus membanjiri sawah warga. Retakan-retakan tanah kian nampak di sekitar rumah warga.

Akibat longsor susulan beruntun, pada pukul 15.00, jumlah rumah yang terancam menjadi 13 buah dengan 65 jiwa. Sawah, kolam, dan kebun warga yang rusak pun mencapai lebih dari 1,5 hektare. Sebab, Sungai Ciwulan yang terbendung meluber ke kebun warga. Tebing yang longsor pun memanjang jadi 300 meter.

Camat Cilawu, Lilis Neti, mengatakan sehari sebelum kejadian, terjadi hujan deras dari pukul 19.00 sampai 23.00. Lilis berharap hujan tidak terjadi dalam waktu dekat karena bisa memperparah longsor.

"Longsor terus meluas. Police line akan dimundurkan supaya warga tidak mendekati tebing yang terus terkikis. Untung tidak ada korban akibat longsor ini," ujar Lilis.

Menurut Lilis, seluruh warga yang rumahnya terancam longsor sudah mengungsi ke rumah saudara masing-masing. Kawasan tersebut menjadi kawasan terlarang untuk dimasuki karena sangat berbahaya.

Lilis mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Dinas Tata Ruang dan Permukiman, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan sejumlah instansi lainnya di Kabupaten Garut untuk menanggulangi bencana tersebut. Lilis mengatakan rumah warga akan direlokasi karena letaknya yang sangat dekat dengan tebing yang longsor. (sam)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas