• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 29 Agustus 2014
Tribunnews.com

Ajo Pukul Ubun-ubun dan Tendang Perut Istrinya Hingga Tewas

Rabu, 22 Mei 2013 13:05 WIB
Ajo Pukul Ubun-ubun dan Tendang Perut Istrinya Hingga Tewas
net
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Johanes

TRIBUNNEWS.COM – Aksi keji seorang suami yang tega menganiaya istrinya sampai babak belur terjadi di kota Dumai. Bahkan akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu, korban meninggal dunia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit (RS).

Kasus itu terungkap saat jajaran Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kota Dumai menggelar ekpose penanganan kasus, Senin (20/5/2013). Dalam ekpose yang digelar langsung oleh Kepal Polres kota Dumai, AKBP Ristiawan Bulkaini didampingi oleh Kepala Satreskrim AKP Bay Wicaksono dan beberapa penyidik Reskrim di ruangan Sareskrim.

Untuk kasus KDRT, pelaku berinisial J atau akrab disapa Ajo yang merupakan suami korban. Penganiayaan ini terjadi pada 21 April lalu di kediaman mereka di Jalan Cendrawasih kelurahan Datuk Laksaman, Dumai kota.

KDRT berakibat fatal itu berawal saat korban berinisial S pergi ke Mandau, Duri pada Sabtu (20/4/2013) bersama anak semata wayang mereka. Setelah kembali ke rumah pada malam harinya, J langsung marah-marah kepada korban lantaran pergi dari rumah tidak memasak makanan.

Wanita berusia 25 tahun itu awalnya tidak melawan dan memilih untuk tidur bersama putri mereka, Supriani (5). Keesokan harinya, Minggu (21/4), emosi Ajo tidak kunjung reda dan memancing pertengkaran, serta mengeluarkan kata-kata makian.

Tidak tahan dengan perkataan tersangka, korban balik melawan dan adu mulut pun tidak terelakkan antara pasangan suami istri (Pasutri) ini. Percekcokan pun berlanjut hingga malam hari sekitar pukul 20.00 WIB.

Lantaran emosi tidak terluapkan, pria 35 tahun itu memanggil putrinya Supriani dan memukulinya tanpa sebab. Melihat buah hatinya dianiaya, korban yang sedari tadi di dalam kamar berlari ke ruang tengah kediamannya, berniat melerai dan melindungi Supriani. Alhasil korban menjadi luapan emosi pelaku yang seperti kesetanan.

"Pelaku memukul koban dengan keras menggunakan kepalan tangan, tepat di ubun-ubun kepala korban. Setelah korban tersungkur jatuh, mungkin karena kekesalan pelaku. Ia kembali menendang perut istrinya beberapa kali. Setelah korban berhasil menghindar, ia berlari ke rumah kakak kandungnya," papar Kepala Polres Dumai, AKBP Ristiawan menceritakan kronologis kejadian.

Dijelaskannya, setelah sampai di rumah kakaknya yang hanya berjarak beberapa meter, korban menangis histeris dan mengadukan kejadian tragis itu pada kakaknya. Sejurus dengan itu, korban muntah darah beberapa kali dan berselang 15 menit kemudian ibu rumah tangga itu pingsan. Pada pukul 22.00 WIB malam itu juga, keluarga langsung membawa korban ke RSUD kota Dumai untuk mendapat perawatan medis.

Mengetahui istrinya terluka parah hingga dirawat di RS, Lanjut Kapolres Ristiawan, pelaku tidak menjenguk. Pada Selasa (22/4/2013) pelaku malah melarikan diri ke kampung halamannya di Asahan Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.

Polisi mencium gelagat pelaku yang telah diduga sebelumnya langsung menyusun strategi pengejaran. Tepat pada hari Senin (29/4/2013) sekitar pukul 11.00 Wib korban menghembuskan nafas terakhirnya. Namun pelaku tetap tidak hadir hingga jenazah istrinya dimakamkan.

"Sesuai hasil visum korban, terdapat luka memar pada bagian kepala dan dan badan akibat pukulan benda tumpul yang menyebabkan pendarahan dan berujung kematian," tambahnya.

Polisi langsung memburu pelaku yang bersembunyi ke kampung halamannya. Beberapa hari pengejaran hingga Rabu 15 Mei lalu, pelaku berhasil ditangkap dan digiring ke Mapolres Dumai untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Ancaman hukuman 12 tahun pencara pun menanti pria berprofesi sebagai buruh kasar itu.

Pelaku yang akrab disapa Ajo itu enggan menjawab pertanyaan wartawan saat dikonfirmasi ulang. Namun lelaki bertubuh bongsor berkulit hitam ini menampik tuduhan itu dengan jawaban singkat. Meskipun dicecar beberapa pertanyaan dan sorotan kamera pewarta, pelaku tetap diam dan mengelak dimintai keterangannya.

Editor: Dodi Esvandi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1815582 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas